Bujuk Rayu Demokrat ke Golkar

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 13:22 WIB
Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono pagi ini bertandang ke kediaman Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Foto: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Airlangga Hartarto. (Istimewa)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) melancarkan bujuk rayu ke Partai Golkar demi bisa berkongsi di Pilpres 2024. Demokrat menyebut koalisi mereka dengan Golkar adalah koalisi yang paling aman.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengutip penilaian pihak lain. Analisis pengamat, sebut Andi Arief, menilai koalisi Demokrat-Golkar adalah koalisi paling nyaman.

"Koalisi Demokrat-Golkar disebut-sebut koalisi paling aman, nyaman, dan nggak ruwet. Ini pandangan pengamat," kata Andi Arief kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Andi Arief tak memungkiri posisi AHY saat ini persis seperti Airlangga. Airlangga fokus penanganan pandemi sebagai Menko Perekonomian, sedangkan AHY fokus ke partai serta membantu penangan pandemi.

Ditegaskan Andi Arief, hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara Golkar dan Partai Demokrat soal penjodohan Airlangga-AHY. Namun, koalisi ini disebut paling nyaman dan tak ruwet.

"Tapi sekali lagi, belum ada pembicaraan resmi di antara kedua partai ataupun dengan partai-partai lain," ucap Andi Arief.

Bagi Andi Arief, penjodohan duet Airlangga-AHY merupakan dampak dari ambang batas presiden. Koalisi ini, kata Andi Arief, pas dan cocok.

"Demokrat memahami penjodohan ini muncul oleh beberapa lembaga survei dan konsekuensi presidential threshold 20 persen. Banyak yang menyebut koalisi 20 persen Golkar dan Demokrat adalah koalisi ideal," ujarnya.

Namun Golkar telah menegaskan sikap mereka. Golkar menegaskan bahwa capres mereka adalah Airlangga Hartarto.

"Kami mengapresiasi wacana Partai Demokrat. Namun mandat dari Munas dan Rapimnas yang berasal dari seluruh pengurus daerah sampai pusat, mendukung Bapak Airlangga Hartarto sebagai capres (dari) Partai Golkar," sebut Waketum Golkar Nurul Arifin kepada wartawan, Kamis (10/6).

Nurul menyebut Golkar sangat fleksibel dan ingin membuat siapa pun mitranya merasa nyaman. Tapi, anggota Komisi I DPR RI itu menyebut Golkar belum bisa berbicara banyak perihal koalisi di 2024.

"Kami tidak ingin mendahului yang belum pasti. Koalisi bisa dengan siapa pun yang memiliki visi yang sama dengan platform Partai Golkar. Untuk saat ini, ketua umum kami masih fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Menko Perekonomian," terang Nurul.

(zak/gbr)