Kasus Aktif Melonjak, 5 Tempat Isolasi Pasien COVID di DKI Mulai Terisi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 12:53 WIB
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Jakarta menunjukkan peningkatan. Pemprov DKI mulai menggunakan tahap 1 dari skenario tingkat kebutuhan ruangan isolasi bagi pasien COVID.

"Sudah mulai, jadi tahap 1 duluan. Jadi tahap 1 sudah berproses, kayak di Ragunan sudah mulai. Terus menyusul Taman Mini segera berproses. Minggu ini sudah berjalan," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani saat dihubungi, Minggu (13/6/2021).

Fify mengatakan fasilitas ruangan isolasi tahap 1 mulai diterapkan lantaran kapasitas ruangan isolasi pasien OTG yang saat ini dimanfaatkan sudah terisi 80%. Selanjutnya, pembukaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan keterisian ruang isolasi.

"Kalau kami tempat isolasi, misal di Ragunan itu kapasitasnya dia sekitar 100-an kapasitasnya. Kalau sudah terisi 80% kami nambah kapasitas 1 tempat isolasi lagi. Bertahap," jelasnya.

Sebagai informasi, terdapat lima lokasi isolasi bagi pasien OTG COVID-19 yang disiapkan Pemprov DKI pada tahap 1. Total kapasitasnya mencapai 607 orang. Berikut ini lokasinya:

1. Graha Wisata TMII, kapasitas 100 orang
2. Graha Wisata Ragunan, kapasitas 200 orang
3. Cik's Mansion, kapasitas 77 orang
4. Pusdiklat Gulkarmat Ciracas, kapasitas 30 orang
5. Masjid Raya KH Hasyim Ashari, kapasitas 200 orang

Rencana Tambah Ruang Isolasi Baru

Pemprov DKI Jakarta berencana kembali menambah lokasi isolasi bagi pasien OTG COVID-19. Penambahan ini akan diupayakan Pemprov DKI bersama pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Ada proses tempat isolasi yang kita buat bersama dengan dukungan BNPB di satu tempat yang kita proses," jelas Fify.

Fify belum merinci lebih lanjut terkait detail penambahan lokasi isolasi COVID-19 ini. Yang jelas, pihaknya sedang menggodok rencana ini.

"Kami akan rapatkan, sore ini baru bisa kita infokan," ucapnya.

Selain itu, Fify mengungkapkan bahwa pihaknya mempersiapkan skenario tahap 2, meskipun tahap 1 baru saja diberlakukan. Sebab, dia mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta sulit diprediksi.

"Jadi sebenarnya kita mulai bergerak ke salah satu di tahap kedua. Karena kita nggak bisa antisipasi kalau kasus tiba-tiba tinggi. Jadi kita sedang persiapan ke tahap 2," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasus harian COVID-19 di DKI Jakarta kembali mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui salah satu penyebab kenaikan kasus ini karena klaster Lebaran.

"Justru itu. Ini kan dampak daripada mudik, Lebaran, silahturahmi dan kita mulai kurang disiplin. Semuanya dampak dari kelemahan kita semua," kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/6/2021).

Bahkan penambahan kasus COVID-19 selama tiga hari berturut-turut ini menembus angka 2.000-an. Perinciannya, 2.096 kasus per 10 Juni 2021, 2.293 kasus per 11 Juni 2021 dan 2.455 per 12 Juni 2021.

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan skenario tingkat kebutuhan ruangan isolasi bagi pasien COVID-19. Hal ini menyusul keputusan Satgas COVID-19 memberhentikan sementara pembiayaan tempat isolasi mandiri di hotel-hotel Jakarta.

"Kita mengembangkan beberapa skenario mudah-mudahan tidak sampai ke skenario berdasarkan tingkat kebutuhan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktaviani saat dihubungi, rabu (9/6).

Dwi menerangkan skenario yang disiapkan terdiri atas tiga tahapan. Nantinya, tahapan tersebut akan dijalankan secara berurutan bergantung pada peningkatan kasus COVID-19 di Jakarta.

"Skenario 1 maka yang disiapkan untuk pasien isolasi di titik a-b-c-d-e, kalau ternyata tidak bisa menampung masuk ke skenario kedua tambah itu sudah ada dibikin, masih tidak menampung juga masuk ke skenario ketiga baru tempat yang lebih banyak lagi di GOR. Jadi sudah ada mitigasi seperti itu," jelas Dwi.

(idn/idn)