Tren COVID-19 Mengkhawatirkan, Dinkes: Cimahi Pasti Zona Merah

Whisnu Pradana - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 12:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cimahi -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menyebut perkembangan kasus positif COVID-19 beberapa hari belakangan ini kian mengkhawatirkan. Tak aneh kalau Cimahi zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Pratiwi mengatakan jika melihat perkembangan kasus tersebut, Kota Cimahi hampir pasti masuk ke zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19.

"Ya kasusnya mengkhawatirkan. Sehari itu bisa ada penambahan kasus baru sebanyak 30 sampai 40 kasus," ungkap Pratiwi saat dihubungi, Minggu (13/6/2021).

"Justru kemarin hasil evaluasi Provinsi Jabar sempat bikin bingung, karena kan seharusnya sudah zona merah tapi masih oranye. Jadi kita tunggu saja hasil evaluasi terbaru soal zona Cimahi ini," tegasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19, kasus di Kota Cimahi naik hingga 250 persen dalam beberapa pekan terakhir setelah Idul Fitri.

"Tapi kalau menghitung setelah masa inkubasi dalam 10 hari terakhir itu kenaikannya 56 persen. Karena tidak bisa setelah lebaran langsung ada kenaikan kasus baru," terangnya.

Sementara jika merujuk pada data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi (PICC), jumlah kasus di Cimahi hingga saat ini menembus 6.350 kasus. Rinciannya 516 orang masih terkonfirmasi aktif, lalu 142 orang meninggal dunia, dan angka kesembuhan mencapai 5.689 orang.

"Evaluasi terakhir kan masih orange, tapi ya itu bayangan kita memang kalau kasus terus meningkat seperti ini harusnya (zona) merah. Ya tentu khawatir kembali ke zona merah," ujarnya.

Tak cuma angka kasus yang terus meningkat, tingkat keterisian rumah sakit di Kota Cimahi juga cukup tinggi mencapai 76,47 persen. Pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 Cimahi pun banyak yang berasal dari luar daerah, seperti Kabupaten Bandung, KBB, hingga Kota Bandung.

Pihaknya sudah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur khusus pasien COVID-19. Salah satunya di RSUD Cibabat yang menambah 20 bed untuk pasien COVID-19.

"Yang dirawat itu ada yang dari wilayah tetangga, karena itu kan hak pasien mau dirawat dimana. Sudah diinstruksikan untuk tambah bed biar bisa menampung pasien positif baru," pungkasnya.

(mud/mud)