Round-Up

3 Bulan Kurang Aset Pertamina Kebakaran: Kilang Balongan-Tangki Cilacap

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 06:27 WIB
Tangki Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah terbakar Jumat malam (11/6/2021). Pertamina menjelaskan jika tangki yang terbakar merupakan tempat memproduksi benzene.
Tangki Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah terbakar Jumat malam (11/6/2021) (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Cilacap -

Aset Pertamina kembali mengalami kebakaran. Terbaru, kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, yang terbakar.

Peristiwa ini menjadi insiden besar kedua aset Pertamina terbakar dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan terakhir.

Pada akhir Maret lalu, kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kebakaran.

Kebakaran Kilang Pertamina di Balongan

Kebakaran kilang minyak Balongan pada tangki T-301 itu terjadi pada Senin (29/3) sekitar pukul 00.30 WIB. Kabid Damkar Indramayu Joni Takarasel mengatakan saat itu pihaknya berusaha memadamkan api bersama pihak Pertamina.

Data awal, BPBD Indramayu mencatat 7 orang luka berat dan 30 lainnya luka ringan. Selain itu, ada 932 warga yang mengungsi.

Seorang warga bernama Mashadi Dulkodir (60), yang berdomisili di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, meninggal usai terbakarnya kilang minyak di Balongan.

"Data korban jiwa meninggal dunia ada satu orang atas nama Mashadi Dulkodir 60 tahun warga Desa Balongan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu Dodi Dwi Endrayadi kepada detikcom di Pendopo Bupati Indramayu, Senin (29/3).

Korban diduga meninggal lantaran riwayat penyakit jantung. Ledakan besar yang terjadi mengakibatkan penyakit jantung korban kambuh.

Saat itu kebakaran juga menyebabkan lima desa di Kecamatan Balongan terdampak yaitu Desa Balongan, Rawadalem, Sukareja, Tegalurung, dan Desa Sukaurip.

Pada Rabu (31/3), ada tiga dari empat tangki yang berhasil dipadamkan. Dikutip dari laman pertamina.com, tangki yang berhasil dipadamkan yaitu T-301G, sekitar pukul 08.30 WIB.

Upaya pemadaman dilanjutkan di tangki T301-F. Seluruh titik api pada 4 tangki T-301 akhirnya bisa dipadamkan pada pukul 14.35 WIB.

Pada Jumat (2/4), tangki kilang minyak Pertamina Balongan Indramayu yang sempat padam kembali memunculkan api. Kobaran api itu berintensitas kecil.

Kilang Balongan Beroperasi Lagi

Kilang Balongan di Indramayu kembali beroperasi usai insiden kebakaran tangki T-301 pada Senin dini hari (29/3). Saat kebakaran, sempat dilakukan normal shut down untuk meminimalisir dampak.

Tahapan start up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit). Berikutnya dilakukan start up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi dan tanggal 7 April sudah beroperasi normal. Serta, erta unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM telah beroperasi normal.

3 Temuan Ombudsman soal Kebakaran Kilang Balongan

Ombudsman menilai Pertamina selaku pengelola kilang dinilai memiliki sederet kesalahan. Pertamina pun diminta melakukan ganti rugi terhadap masyarakat sekitar akibat dari dampak kebakaran.

Tiga catatan Ombudsman yakni Pertamina tak mendengar keluhan masyarakat yang mencium bau menyengat dari arah kilang sebelum terjadi kebakaran.

Selain itu, Ombudsman menilai Pertamina tidak memiliki metode mitigasi bencana yang terjadi pada kilang, termasuk bagi warga sekitar. Terakhir, Ombudsman menilai pemerintah perlu meninjau ulang dan meremajakan ulang teknologi dan peralatan Pertamina yang usianya sudah tua.

Kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) lalu. Yuk lihat lagi Kilang Balongan sebelum dan saat terbakar.Kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) lalu (Foto: Antara Foto/Dedhez Anggara)

Terkait temuan Ombudsman, Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ifki Sukarya mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan masyarakat soal adanya bau menyengat dari arah kilang sebelum kebakaran terjadi.

"Terkait keluhan warga mengenai adanya bau sebelum insiden, Pertamina telah melakukan pengecekan kondisi di lapangan yang diduga menjadi sumber bau, khususnya area tangki yang dekat dengan pemukiman warga Wisma Jati," kata Ifki ketika dihubungi detikcom, Kamis (15/4).

Setelah pengecekan itu, dia menyebut pihaknya pun tak tinggal diam. Ifki mengklaim, pihaknya langsung melakukan evakuasi dan memberi masker kepada warga yang ada di kawasan Wisma Jati.

Selang hampir sebulan, kasus kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu ke tahap penyidikan. Polri menyebut ada unsur pidana yang mengakibatkan kebakaran.

"Pada tanggal 16 April 2021 kemarin dilakukan gelar perkara terhadap peristiwa tersebut. Dan kesimpulan dari gelar perkara tersebut adalah telah ditemukan adanya tindak pidana pada peristiwa tersebut sehingga perkara tersebut dinaikkan pada tahap penyidikan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Rabu (21/4).

Adapun kasus ini masuk ke Laporan Polisi (LP) bernomor 147/IV/2021/Jabar/Polres Indramayu. Polri sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi. Puslabfor Bareskrim Polri juga disebut menemukan barang bukti di lapangan usai melakukan olah TKP.

Namun lewat sebulan, polisi belum menerapkan tersangka terkait kebakaran kilang Pertamina di Balongan. Penyidik disebut masih membutuhkan waktu untuk pendalaman. Selain itu, proses pemeriksaan barang bukti juga membutuhkan waktu yang tak sebentar.

"Untuk yang Balongan belum ada tersangka, masih menunggu," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (10/5).

Kurang 3 bulan, aset Pertamina kembali mengalami kebakaran. Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Asap Hitam Masih Membumbung di Area Tangki Pertamina Cilacap':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2