Portal Kagama Karir Diharap Jadi Link and Match Alumni PT & Industri

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 20:09 WIB
Portal  Kagama Karir
Foto: Screenshoot detikcom
Jakarta -

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) bersama UGM dan Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Kagama Karir. Portal ini diluncurkan dalam rangka membantu alumni UGM dan masyarakat luas untuk mendapatkan informasi dunia kerja dan pengembangan karier.

Merespons hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pun menyambut baik atas peluncuran Kagama Karir. Adapun portal karier ini dikatakan Ida membantu pihaknya dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"Terima kasih kepada Budi Karya Sumadi, bersama dengan Kagama sudah meringankan tugas Menteri Ketenagakerjaan membangun portal Kagamakarir.id. Saya bersyukur bisa bergabung dalam acara ini dan menjadi suatu kebanggaan karena banyak hal yang bisa disinergikan antara Kagama dan Kemnaker," ujar Ida secara virtual dalam acara Launching Kagamakarid.id dan Seminar 'Kesiapan Ketenagakerjaan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.O', Sabtu (12/6/2021).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo menyampaikan saat ini isu tenaga kerja menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan oleh seluruh pihak. Adapun peluncuran Kagama Karir diharapkan dapat mendorong link and match antara lulusan perguruan tinggi dan sekolah dengan keinginan industri.

"Isu tenaga kerja menjadi penting sekali untuk kita siapkan. Ke depan tentu saja kita punya bonus demografi, kalau kita manage dengan baik, skill-nya kemudian dimiliki, (SDM) kita bisa unggul. Sudah saatnya sekarang kita memetakan kekuatan SDM untuk tenaga kerja ke depan," ujarnya.

"Dalam praktek utama saya membuka beberapa tempat kawasan industri ternyata yang diinginkan memang spesifikasi yang cukup tinggi maka sekolah dan industri perlu jadi satu. Industri mesti ngobrol dengan sekolah kira-kira tenaga kerja yang dibutuhkan seperti apa. Sekolah juga mesti luwes untuk bisa mendesain tenaga kerja agar bisa terserap," ungkapnya.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan yang juga merupakan Wakil Ketua Umum I PP Kagama, Budi Karya Sumadi pun turut mengapresiasi upaya Kagama dalam menyiapkan para lulusan menghadapi Revolusi 4.0. Mengingat di era ini, manusia akan saling berlomba dengan mesin dan data.

Budi pun mengungkapkan berdasarkan laporan Oxford Economic pada 2018, dikatakan bahwa 60% pekerjaan di dunia akan digantikan dengan otomatisasi dan 30% akan digantikan oleh mesin atau robot.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kagama. Era Revolusi 4.0 sudah begitu marak maka secara nyata antara manusia, mesin, data itu saling berlomba. Dan ini merupakan otomatisasi dan digitalisasi menjadi hal penting," katanya.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan hadirnya Kagama Karir juga diharapkan dapat mendorong link and match antara tenaga kerja dan kebutuhan industri. Namun, hal ini tentunya perlu dukungan dari segala pihak mulai dari pendidikan, pemerintah, pemda, bisnis, masyarakat dan media.

"Sering kali apa yang kita lakukan tidak match dan terjadilah pengangguran. Kita tahu alumni SMA dan sekolah vokasi banyak dan tidak ada matching antara kebutuhan tenaga kerja dan supply tenaga kerja. Oleh karenanya, KAGAMA UGM harus memetakan itu secara baik dan tampil di depan untuk menyambut Kampus Merdeka," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan bahwa saat ini perguruan tinggi dituntut untuk melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif. Adapun hal ini dilakukan guna mempersiapkan lulusan yang dinamis dan berdaya saing global.

Keberhasilan proses pendidikan, kata Panut, pun diukur dari kiprah alumni. Oleh karena itu, hadirnya Kagama Karir dikatakan Panut membantu kebutuhan UGM dalam mempersiapkan lulusannya.

Hal ini mengingat Kagama Karir menghadirkan informasi kerja dan bursa kerja, pelatihan dan pengembangan karir hingga beasiswa. Selain itu, ada pula layanan tes minat dan bakat untuk mencari tahu minat dan bakat potensi, serta rekomendasi jurusan kuliah dan karir.

"Salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan diukur dari kiprah alumni di dunia kerja bagaimana relevansi keilmuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," paparnya.

"Kagama meluncurkan Kagama Karir yang sangat relevan dengan kebutuhan UGM. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada Kagama yang mengembangkan program ini untuk mendukung kebutuhan UGM. Saya berharap ke depan program ini dapat bersinergi UGM Karir," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kagamakarir.id merupakan persembahan oleh Kagama bekerja sama dengan UGM dan Kementerian Ketenagakerjaan. Kagama Karir menghadirkan beragam info lowongan pekerjaan untuk jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Terdapat pula tips pengembangan karir, tes minat dan bakat dan paket pembelajaran yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Kagama Karir juga memiliki informasi beasiswa bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri.

(ncm/ega)