Bamsoet Dorong Forkopimda Masifkan Vaksinasi COVID-19 di Aceh

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 18:48 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung berbagai langkah yang diambil Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh untuk mengajak masyarakat Aceh agar mau divaksinasi. Ia juga mendukung langkah beberapa pihak yang turut mensosialisasikan keamanan dan kehalalan vaksin.

Adapun pihak-pihak tersebut adalah Kapolda dan Pangdam, bersama seluruh jajaran pemerintahan daerah, didukung perguruan tinggi sebagai kawah candradimuka para intelektual. Bahkan sosialisasi yang dilakukan, masuk ke berbagai pelosok pedesaan yang sulit dijangkau tenaga kesehatan umum.

"Masih banyak masyarakat yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan. Edukasi perlu dilakukan oleh semua pihak. Termasuk jajaran kepolisian dan TNI, yang sudah dikenal dekat sekaligus disegani oleh rakyat," urai Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Usai bertemu jajaran Forkopimda Aceh, Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, secara nasional jumlah vaksin COVID-19 yang telah didistribusikan pemerintah pusat sudah mencapai 37 juta dosis. Meliputi 29,9 juta dosis dari Bio Farma yang dibuat dari bahan baku Sinovac.

Ada juga 3 juta dosis dari Sinovac berupa vaksin siap pakai, ditambah 4,1 juta dosis dari program COVAX/GAVI-AstraZeneca. Ketersediaan stok bahan baku vaksin Sinovac juga masih memadai, mencapai 65,5 juta dosis.

"Idealnya, Aceh harus melakukan vaksinasi terhadap 3,8 juta penduduk untuk mendapatkan herd immunity. Namun melihat perkembangan vaksinasi yang masih sangat rendah, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa dilakukan terhadap 970.610 warga, yang terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, serta lansia," imbuh Bamsoet.

Bamsoet juga menilai perlu adanya terobosan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk lebih memasifkan vaksinasi COVID-19. Hal ini juga dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang memperbolehkan warganya yang sudah menerima vaksin untuk tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, sehingga bisa mendorong lebih banyak warga agar mau divaksinasi.

Menurut Bamsoet, Indonesia juga bisa memulainya dengan tahap awal misalnya warga yang sudah divaksin lengkap, tidak perlu lagi melakukan swab antigen maupun test lainnya saat ingin melakukan perjalanan. Mengingat hingga saat ini target capaian vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah.

"Di Aceh, misalnya, dari total populasi 5,3 juta jiwa, pemberian vaksin tahap I baru dilakukan terhadap 159.870 penduduk. Menempatkan provinsi Aceh sebagai provinsi terbawah dalam capaian vaksinasi nasional," ujar Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut, Forkopimda yang hadir antara lain Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad Marzuki, Kajati Aceh Muhammad Yusuf, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapoksahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, serta Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal.

Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggota DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

(akn/ega)