Bamsoet: Silaturahmi Jadi Kekuatan Persaudaraan Kebangsaan

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 21:15 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) melakukan silaturahmi bersama keluarga besar IMI, Motor Besar Indonesia (MBI), Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), Majelis Taklim BS dan Brain Society Center (BS Center), Minggu (6/6).

Dilaksanakan di Jakarta, peserta silaturahmi sudah menerima vaksinasi terlebih dahulu sebelum melakukan silaturahmi. Mereka juga melakukan swab antigen sebelum memasuki acara. Hal ini demi memastikan tidak ada yang terpapar COVID-19.

"Momen silaturahmi di bulan Syawal 1442 H menjadi kekuatan persaudaraan kebangsaan antara IMI, MBI, Gerak BS, Majelis Taklim BS dan BS Center. Melalui silaturahmi, kita bisa saling memahami, sekaligus membumikan nilai-nilai religius setelah sebulan penuh bertafakur dan beribadah menjalankan puasa Ramadhan. Selain juga dijadikan momen untuk saling melakukan introspeksi diri," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (6/6/2021).

Bamsoet menjelaskan silaturahmi merupakan ritual khas rakyat Indonesia, yang bahkan tidak ditemui di negara lainnya Tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul, silaturahmi juga bisa dijadikan sarana komunikasi yang efektif antar berbagai organisasi untuk saling membantu dan membesarkan, yang pada akhirnya membawa dampak positif bagi masing-masing organisasi.

"Dilihat dari sisi silaturahim, juga dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur. Sebagaimana diingatkan Nabi Besar Muhammad SAW, barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi," jelas Bamsoet.

Lebih lanjut, ia menyatakan penyelenggaraan silaturahmi juga merefleksikan ajaran islam yang mengedepankan kerukunan. Baik antar sesama pemeluk agama maupun dengan pemeluk agama lainnya. Membawa pesan penting bahwa sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat hidup sendiri.

"Kita harus senantiasa menunjukan bahwa penduduk muslim Indonesia adalah pemeluk islam yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan). Sehingga tidak memberikan ruang sedikitpun bagi radikalisme dan ekstrimisme," pungkas Bamsoet.

(ega/ega)