Jatam Nilai Kematian Wabup Sangihe Janggal, Minta Polisi Bertindak

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:18 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmut Hontong
Wabup Sangihe Helmut Hontong (Dok. Pemkab Sangihe)
Jakarta -

Kematian Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong, yang meninggal dunia di udara, dinilai janggal. Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah Ismail, mendorong kepolisian melakukan penyelidikan.

Helmud Hontong tutup usia saat terbang dari Denpasar, Bali, ke Makassar. Helmud menumpangi pesawat JT740 dengan nomor kursi 25E. Merah menilai kematian yang mendadak Helmud ini mengagetkan dan misterius. Dia mengaitkan kematian Helmud dengan sikap penolakannya terhadap tambang di Sangihe.

"Ini mengagetkan. Kedua, misterius dan agak janggal kematiannya. Kenapa seperti itu? Karena dia ini kan menjadi sorotan, high profile karena dia ini kepala daerah yang menolak tambang juga. Bahkan dia juga mengirim surat ke ESDM. Suratnya juga sudah beredar," kata Merah saat dihubungi, Jumat (11/6/2021).

"Ini janggal karena dia sehat-sehat aja, tapi tiba-tiba mendadak kolaps," lanjutnya.

Merah mengatakan Helmut adalah sosok yang high profile. Maka itu, menurutnya, penyelidikan atas kematian Helmut harus dilakukan.

"Dia high profile juga, jadi bagi kita ini janggal. Kita mendesak agar otoritas terkait melakukan penyelidikan. Dalam hal ini pemerintah, penegak hukum, termasuk Komnas HAM," tegasnya.

Dia juga mengungkit soal laporan warga ke Komnas HAM terkait masalah tambang di Sangihe. Bahkan, menurutnya, autopsi perlu dilakukan jika memang diperlukan.

"Apalagi bulan Mei 2021 warga juga sudah melaporkan kasus ini ke Komisioner Komnas HAM. Jadi Komnas ini jangan diam. Kepolisian juga melakukan penyelidikan yang maksimum soal apa penyebab utama kematian beliau ini. Apakah perlu dilakukan autopsi juga," ungkapnya.

Tonton Video: Wabup Kepulauan Sangihe Meninggal dalam Penerbangan Denpasar-Makassar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2