Sahabat Ungkap Alasan Mendiang Wabup Sangihe Tegas Tolak Tambang Emas

ADVERTISEMENT

Sahabat Ungkap Alasan Mendiang Wabup Sangihe Tegas Tolak Tambang Emas

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 14:48 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmut Hontong
Wabup Sangihe Helmut Hontong (Dok. Pemkab Sangihe)
Sangihe -

Mendiang Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Helmut Hontong sebelum wafat sempat mengirim surat pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Helmut dengan tegas menolak tambang emas di wilayahnya karena dapat mencemari lingkungan.

"Beliau menolak tambang PT Tambang Mas Sangihe yang akan beroperasi di Sangihe, penolakan itu sudah dari bulan lalu (April). Satu hal yang timbul di benak beliau karena cinta daerah ini. Kedua daerah ini daerah kecil, daerah yang tidak sesuai undang-undang tidak boleh ditambang," kata sahabat dekat Helmut Hontong, Andi, saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, berdasarkan aturan undang-undang soal Minerba, wilayah yang bisa ditambang itu harus memiliki luas 2.000 km persegi. Padahal, wilayah Sangihe hanya seluas 700 km persegi. Pertambangan secara industrial dianggap akan merusak lingkungan dan masa depan generasi Sangihe.

"Beliau sangat peduli lingkungan, beliau menganggap Sangihe ini rumah masa depan generasi yang lebih baik. Sehingga beliau tidak mau menambang secara industrial," katanya.

"Baru desakan masyarakat, tidak ada stakeholder yang menyatakan sikap untuk menolak. Beliau secara gentle, sebagai anak daerah, memiliki tanggung jawab moril untuk daerah kelahirannya, beliau berani menolak itu dan surat itu ditujukan ke Kementerian ESDM," terangnya.

Saat ini, jenazah Helmut telah berada di Sangihe dan akan dimakamkan pada Senin (14/6) depan. Terkait hasil autopsi penyebab kematian Helmut, dia menyebut tidak mengetahui hasilnya. Kemungkinan hasil autopsi berada di tangan istri Helmut.

"Dari sisi kedokteran itu kami belum dapat informasi jelas (penyebab kematian). Cuma beliau sakit tenggorokan dan lalu minta air mineral, lalu minum dan keluarlah darah dari hidung. Ada riwayat penyakit, tapi saya lupa. Cuma selama ini beliau sehat, berangkat ke Bali dalam kondisi sehat," ucapnya.

Berdasarkan surat keterangan Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas I Makassar yang memeriksa Helmut saat tiba di Makassar, disebutkan Helmut meninggal pada pukul 16.22 Wita di atas pesawat Lion Air JT 740 Rute DPS-MDC dalam penerbangan dari Denpasar ke Makassar pada 9 Juni 2021.

Pada surat itu, Helmut dinyatakan henti napas dan henti jantung oleh Dokter Timothy (penumpang pesawat yang sama) dan dilakukan penanganan resusitasi jantung paru (RJP), pemberian oksigen sejak pukul 15.23. Menurut pendamping (ajudan), sebelum Helmut tidak sadar, dia batuk dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

(tfq/nvl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT