Kisah Penyidik Bansos Tak Lulus TWK Disidang Etik Dewas KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 11:20 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dua penyidik KPK yang menangani kasus bantuan sosial (bansos) COVID-19 disidang etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Salah satu penyidik yang disidang yakni M Praswad Nugraha.

Praswad harus berhadapan dengan Dewas KPK terkait laporan dugaan pelanggaran etik. Praswad merupakan salah satu penyidik KPK yang dinonaktifkan karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Selain Praswad, penyidik lainnya yang disidang etik yakni Muhammad Nur Prayoga. Beda dengan Praswad, Prayoga merupakan salah satu pegawai yang lulus TWK dan kini sudah berstatus ASN.

Praswad dan Prayoga sebelumnya dilaporkan oleh saksi kasus bansos bernama Agustri Yogasmara alias Yogas. Sebagai informasi, kedua penyidik itu menangani perkara dugaan suap eks Mensos Juliari terkait pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19.

Anggota Dewas Albertina Ho mengatakan dugaan pelanggaran etik tersebut saat ini masih dalam proses sidang. Sidang etik itu dilakukan secara tertutup.

"Sedang disidangkan tapi tertutup, nanti putusan baru terbuka," kata Albertina, saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/6/2021).

Pelapor Apresiasi Dewas Objektif

Ditemui usai sidang etik yang digelar kemarin, Agustri Yogasmara alias Yogas membenarkan laporan yang dilayangkannya ke Dewas KPK tersebut. Namun Yogas enggan menyebut siapa dua penyidik yang dilaporkannya dan apa dugaan pelanggaran etiknya.

"Ya ada aduanlah, laporan dari saya gitu," ucap Yogas, di gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC), yang juga menjadi kantor Dewas KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (10/6/2021).

Yogas pun menyerahkan sepenuhnya dugaan pelanggaran etik kepada 2 penyidik KPK itu ke Dewas. Namun, dia mengapresiasi kinerja Dewas KPK yang menurutnya telah bersikap objektif dan bijaksana.

"Mungkin seperti itu (dugaan langgar etik), nanti tergantung tim majelis yang memutuskan sih, tapi intinya tim Dewas KPK hebat, sangat objektif," kata Yogas.

"Untuk (sidang) hasilnya belum tahu, tapi alhamdulillah tim majelis Dewas sangat baik sekali, sangat bijaksana sekali. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan alhamdulillah semuanya sudah berjalan dengan lancar," imbuhnya.

Simak juga video 'ICW Kembali Laporkan Firli ke Dewas KPK soal Sewa Helikopter':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)