Waspada! 19 Kasus Varian Baru Virus Corona Masuk Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 21:01 WIB
Poster
Ilustrasi Salah Satu Varian Baru Virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan sebanyak 19 kasus varian baru COVID-19 telah masuk ke Ibu Kota. Hal ini berdasarkan hasil pengetesan sampel tes PCR dengan metode whole genome sequencing (WGS).

"Terdapat 19 kasus Variant of Concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Dwi mengatakan 18 kasus diantaranya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Sedangkan sisanya merupakan kasus penularan lokal.

"Di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan 1 kasus transmisi lokal," jelasnya.

Dwi tidak memerinci asal negara varian virus Corona yang terdeteksi di Indonesia. Yang jelas, dia kembali mengingatkan penyebaran virus bisa terjadi lebih cepat dari varian virus Corona yang selama ini kita kenal.

"Kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," ujarnya.

"Kami terus memasifkan 3T, tapi kita bisa lihat di sini bahwa kenaikan kasus memang terjadi pascalibur Lebaran," jelasnya.

"Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengungkap kasus aktif yang berasal dari klaster mudik di Jakarta sebanyak 2.008 orang. Kasus aktif berasal dari 988 keluarga yang dilakukan penelusuran kontak sejak 21 Mei 2021.

Adanya klaster mudik mempengaruhi jumlah penambahan kasus COVID-19 per Kamis, 10 Juni 2021. Dari 12.304 orang yang diperiksa hari ini, sebanyak 2.096 dinyatakan positif COVID-19.

Sebanyak 51% atau 1.070 kasus positif di antaranya merupakan hasil penelusuran kontak di puskesmas yang RT-nya menerapkan micro-lockdown. Sisanya, 1.026 kasus, berasal dari faskes di DKI.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," papar Dwi, Kamis (10/6).

(maa/maa)