Jaksa KPK Cecar Saksi soal Arahan Arie Sadewo di Proyek BCSS Bakamla

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 17:48 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK mencecar mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi, terkait peran Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi dalam proyek backbone coastal surveillance system (BCSS). Jaksa juga menanyakan arahan Arie Sadewo, yang saat itu menjabat Kabakamla, terkait proyek BCSS.

"Kalau Fahmi bantu kepala biro perencanaan dalam mengusulkan anggaran, kalau pembahasan (proyek) setahu saya beliau nggak pernah ikut," ujar Eko saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021).

Jaksa kemudian mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Eko di mana Eko menyebut Ali yang mengepalai proyek BCSS. Eko membenarkan BAP itu, tapi dia mengaku tidak tahu peran Ali selama proses proyek ini berlangsung.

"Ya karena Ali sering ikut rapat. Dan Ali waktu itu dikenalkan sebagai stafsus membidangi anggaran," kata Eko.

Lebih lanjut, jaksa juga mengonfirmasi tentang adanya arahan Arie Sadewo, yang saat itu menjabat Kepala Bakamla, terkait persetujuan mengambil komitmen fee dalam proyek BCSS. Eko kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Direktur Utama (Dirut) PT CMIT Rahardjo Pratjihno.

"Untuk backbone apakah ada arahan Arie Sadewo adanya komitmen sekian persen?" tanya jaksa KPK Takdir Suhan.

"Saya waktu itu diminta (Arie Sadewo) ketemu Pak Rahardjo. Ketika saya ketemu Pak Rahardjo, beliau bilang ada komitmen dengan yang lain, waktu itu Rahardjo sudah jadi pemenang proyek BCSS," kata Eko.