Round-Up

Isu Gagal Diplomasi di Balik Batalnya Haji RI Ditepis Dubes Saudi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 21:34 WIB
Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althaghafi (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, mengklarifikasi sejumlah isu terkait pembatalan haji saat berkunjung ke kantor MUI. Salah satu isu yang ditepis Dubes Saudi ialah kegagalan diplomasi di balik pembatalan haji.

"Masalah pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media," kata Essam seperti dalam keterangan tertulis di situs MUI, Rabu (9/6/2021).

Pembatalan Haji Tak Terkait Merek Vaksin

Essam juga menegaskan pembatalan haji tak terkait dengan penggunaan merek vaksin tertentu. Saudi, menurut Essam, belum mengumumkan prosedur penyelenggaraan haji.

"Saya juga tegaskan, bahwa ini tidak terkait dengan jenis vaksin dan negara produsen vaksin yang digunakan Arab Saudi, dan saya tegaskan, saya tegaskan kembali hingga saat ini belum ada pengumuman apapun terkait dengan penyelenggaraan haji," papar dia.

Selain itu, Essam menjelaskan, Saudi saat ini belum mengirimkan undangan haji ke negara lain, termasuk Indonesia. Ini juga sekaligus membantah kabar bahwa Saudi melarang jemaah haji Indonesia.

"Beredar kabar bahwa Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia, kabar itu tidak benar. Saya tegaskan sampai hari ini, Arab Saudi belum mengumumkan bagaimana prosedur haji dan apa pun terkait dengan penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk belum ada satu pun negara yang mendapat persentase kuota dan izin haji tahun ini," kata Essam.

Essam menghargai keputusan pemerintah Indonesia yang menangguhkan pemberangkatan jemaah haji. Menurut dia, langkah ini merupakan upaya pemerintah Indonesia melindungi keselamatan masyarakat dan jemaah haji.

Essam pun berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Dengan begitu, jemaah umroh dan haji dari seluruh negara bisa kembali mengunjungi Tanah Suci.

"Kita berdoa, pandemi COVID-19 cepat berlalu, jemaah umroh dan haji bisa kembali seperti sedia kala," tutur dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.