Wamenag Puji Dubes Saudi: Pembatalan Haji Bukan Masalah Diplomasi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 18:42 WIB
Zainut Tauhid
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi mengklarifikasi sejumlah isu terkait pembatalan jemaah haji Indonesia. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi pun mengapresiasi langkah Essam tersebut.

"Langkah Dubes sangat positif dan patut kita apresiasi. Dubes dalam kewenangannya tentu punya otoritas untuk menjelaskan informasi seputar haji, terutama dari perspektif Saudi," kata Zainut dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Menurut Zainut, penjelasan Essam mengafirmasi apa yang selama ini disampaikan pemerintah terkait alasan kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 2021. Dia menegaskan kebijakan pemerintah itu didasarkan pada kajian mendalam terkait pandemi dan belum ada informasi resmi dari Saudi.

"Penjelasan Dubes semakin menjernihkan informasi. Pembatalan ini bukan masalah diplomasi, bukan masalah vaksin, dan lainnya. Ini sangat kita apresiasi," tegasnya.

Zainut pun mengajak para pihak untuk tidak menjadikan masalah haji sebagai komoditas politik. Dia juga meminta agar hoax serta informasi tidak benar mengenai pembatalan pemberangkatan haji disetop.

"Mari bersama menenangkan para calon jemaah dan menciptakan suasana yang kondusif dengan tidak menebar hoaks dan informasi yang tidak jelas kebenarannya," ujar Zainut.

Sebelumnya, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi mengunjungi kantor MUI. Essam mengklarifikasi sejumlah isu terkait pembatalan jemaah haji Indonesia.

Essam bersama rombongan mengunjungi kantor MUI Pusat, Selasa (8/6). Ini merupakan kunjungan pertama Essam ke MUI sejak pertama kali dilantik.

Essam menegaskan pembatalan haji tak terkait dengan hubungan Indonesia dan Saudi yang kurang baik. Sebab, selama ini sejumlah kalangan menilai pembatalan haji karena masalah diplomasi.

"Masalah pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media," kata Essam seperti dalam keterangan tertulis di situs MUI, Rabu (9/6).

Essam juga menjelaskan Saudi saat ini belum mengirimkan undangan haji ke negara lain, termasuk Indonesia. Ini juga sekaligus membantah kabar bahwa Saudi melarang jemaah haji Indonesia.

"Beredar kabar bahwa Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia, kabar itu tidak benar. Saya tegaskan sampai hari ini, Arab Saudi belum mengumumkan bagaimana prosedur haji dan apa pun terkait dengan penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk belum ada satu pun negara yang mendapat persentase kuota dan izin haji tahun ini," kata Essam.

(mae/idh)