Calhaj di Jabar Bisa Ajukan Pengembalian Pelunasan, Begini Mekanismenya

Deden Rahadian, Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 13:28 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Foto: Ilustrasi (dok. detikcom).
Bandung -

Sebanyak 37 ribu calon jemaah haji di Jawa Barat gagal berangkat tahun ini. Calon jemaah haji bisa mengambil uangnya kembali namun hanya sebagian.

"Kalau mau diambil, pelunasannya saja, bukan semuanya. Jadi kalau diambil pelunasannya, kuotanya tetap tidak bergeser," ucap Kasi Informasi Masyarakat (Inmas) Kementerian Agama Kanwil Jawa Barat Ohan Burhan saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Ohan menuturkan biaya pelunasan yang bisa diambil hanya 30 persen dari seluruh biaya haji yang dibayarkan atau sekitar Rp 9 juta. Untuk mekanisme pengembalian sendiri, jemaah mendatangi kantor Kemenag di Kota dan Kabupaten sesuai domisili.

"Minta pengantarnya ke Kementrian Agama Kota/Kabupaten, nanti ke bank tempat setornya," kata dia.

Sejauh ini, kata Ohan, belum ada calon jemaah yang meminta pengembalian uang pelunasan. Pihaknya memastikan uang calon jemaah haji yang sudah membayar aman di rekening Kemenag Jabar.

"Belum ada (yang mengajukan pengembalian). Ini masih tetap disimpan," tutur dia.

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya akan gencar sosialisasi terkait kebijakan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji 2021. Selain menyasar calon jemaah haji, sosialisasi juga dilakukan di kantor biro perjalanan ibadah haji dan umroh.

"Kami terus melakukan Sosialisasi pasca turun keputusan Mentri agama. Sosialisasinya agar masyarakat calon jemaah dan KBIH mendapat Informasi Valid," kata Kasie Haji dan Umroh, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmaya Dedi Anwar.

Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya mencatat 14 orang calon jemaah memutuskan batal naik haji hingga empat Juni lalu. Sementara 18 calon jemaah haji lainnya batal melunasi biaya haji yang harusnya berangkat tahun 2020 dan 2021. Sebanyak 26 orang calon jemaah lainnya, terpaksa mengalihkan kursi keberangkatan untuk anaknya akibat usai ujur dan wafat. Mereka yang menarik dana haji beralasan sakit hingga alami kecelakaan fatal.

"Kalau setelah pembatalan belum ada yang narik tapi kalau dari tahun 2020 sampai empat Juni 2021 ada sebanyak 18 yang batal lunas BPIH. Pindah kursi 26. BPIH 14 orang. Karena sakit dan kecelakaan atau wafat," ucap Dedi.

Total sebanyak 1492 calon jemaah haji asal kabupaten Tasikmalaya batal naik haji 2021. Imbas pembatalan keberangkatan haji, sebanyak 23.927 calon jemaah haji harus menunggu keberangkatan lebih lama.

(dir/mso)