Pedangdut Betty Elista Tak Hadir di Sidang Edhy Prabowo

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 23:08 WIB
Pedangdut Betty Elista
Pedangdut Betty Elista (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

Penyanyi dangdut Betty Elista tidak hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap ekspor benih bening lobster atau benur dengan terdakwa eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Jaksa KPK menjelaskan Betty absen tanpa keterangan.

"Kita sudah panggil tapi yang bersangkutan nggak datang, alasannya sampai sekarang kita nggak tahu kenapa karena nggak ada konfirmasi dari yang bersangkutan," kata jaksa KPK Zainal Abidin seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/6/2021).

Zainal mengatakan jaksa sudah memanggil Betty, namun pedangdut itu tetap tidak hadir tanpa memberikan alasan. Betty sedianya diperiksa untuk membuktikan adanya aliran dana dari Edhy Prabowo.

"Cuma aliran uang saja dari terdakwa ke dia apakah ada dia menerima juga, itu yang kita buktikan," ujarnya.

"Meski begitu, pihaknya tetap akan membacakan poin-poin BAP Betty di persidangan berikutnya," tambahnya.

Zainal tidak mempermasalahkan ketidakhadiran Betty. Ketidakhadiran tersebut tidak terlalu menghambat pembuktian perkara dalam sidang.

"Nggak, satu saksi kan nggak mengganggu karena kan masih banyak saksi-saksi, saksi yang kita periksa kan 60-an lebih. Satu saksi tidak berpengaruh pada pembuktian kita," ungkapnya.

Sebelumnya, Betty Elista dijadwalkan sebagai saksi dalam sidang suap ekspor benur. Dari tujuh saksi yang rencananya dihadirkan, hanya empat yang hadir.

Empat saksi yang hadir adalah Dibagus Aryoseto, Amanda Tita Mahesa, Qushairi Rawi, dan Sugianto. Dua nama terakhir hadir secara virtual. Sedangkan tiga saksi yang absen adalah Riva Rovikoh, Devi Komalasari, dan Betty Elista.

Diketahui, Betty Elista telah dua kali dipanggil KPK terkait kasus dugaan suap ekspor yang menjerat Edhy Prabowo (EP) pada 17 dan 18 Maret 2021. Betty Elista diperiksa menjadi saksi untuk tersangka Edhy Prabowo.

Pada pemeriksaan pertama, KPK mengatakan penyidik menelusuri soal aliran uang dari Edhy Prabowo ke Betty Elista. Setelah itu, pada pemeriksaan berikutnya, KPK menyita rekening koran milik Betty.

"Kamis (18/3) Tim Penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan pada saksi Betty Elista (penyanyi). Adapun pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan rekening koran bank yang diduga ada aliran sejumlah uang dari tersangka EP melalui tersangka AM (Amiril Mukminin)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Sementara itu, Edhy Prabowo telah buka suara terkait uang suap ekspor benur yang diduga mengalir ke Betty Elista. Tapi Edhy mengklaim tidak mengenal Betty.

"Betty? (Saya) Nggak kenal," jawab Edhy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Edhy Prabowo bersama stafsus, Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Budi Daya Lobster Andreau Misanta Pribadi, Safri selaku stasfus Edhy dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Iis Rosita Dewi, serta Sidwadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Edhy dkk didakwa menerima uang suap dengan total Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengatakan uang suap diterima Edhy dari beberapa tangan anak buahnya.

(run/idn)