Krisdayanti Kritik Satpol PP Patahkan Ukulele: Merusak Bukan Solusi!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 14:26 WIB
Anggota DPR Komisi IX Fraksi PDIP sekaligus penyanyi Krisdayanti (KD) (Eva Safitri/detikcom)
Anggota DPR Komisi IX Fraksi PDIP sekaligus penyanyi Krisdayanti (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Aksi anggota Satpol PP di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mematahkan ukulele pengamen menjadi sorotan. Anggota DPR RI Krisdayanti menekankan pembinaan terhadap anak-anak yang menjadi pengamen, bukan perusakan.

"Saya prihatin, tentunya anak-anak perlu pembinaan dan sarana," kata Krisdayanti kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Salah satu diva penyanyi wanita Indonesia itu mengatakan semestinya Satpol PP lebih bijak. Dia menjelaskan perusakan bukanlah solusi.

"Wilayah ketegasan Satpol PP di Kalbar, khususnya Pontianak, harusnya lebih bijak. Merusak bukanlah solusi dan teladan," kata dia.

Selain itu, Krisdayanti merasa sangsi jika ukulele yang dirusak itu barang sitaan 3 tahun. Menurutnya, perusakan ukulele yang sengaja direkam itu dilakukan demi mendapatkan perhatian.

"Saya agak sangsi pernyataan pemda bahwa ukulele tersebut adalah barang sitaan 3 tahun lalu dan terlihat unsur sengaja merekam video supaya mendapat perhatian," tuturnya.

Bermusik, kata Krisdayanti, mengajarkan rasa. Dia mengatakan berkesenian lebih baik daripada mencuri.

"Bermusik mengajarkan kita rasa, termasuk rasa lapar. Mereka menahan krisis pandemi dan harus turun ke jalan untuk ngamen. Semua karena dorongan tanggung jawab. Kalau mereka bisa berkesenian, lebih baik daripada jadi maling," katanya.

Sebelumnya, video seorang anggota Satpol PP di Pontianak mematahkan sejumlah ukulele viral di media sosial (medsos). Aksi oknum Satpol PP tersebut dinilai arogan dan tak solutif dalam penanganan pengamen.

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono meminta maaf terkait ulah oknum Satpol PP tersebut. Dia berjanji akan memberikan sanksi tegas dan mengganti ukulele pengamen yang rusak.

"Saya menyampaikan permohonan maaf atas perusakan ukulele oleh oknum Satpol PP Pontianak, dan saya akan berikan sanksi yang tegas terhadap oknum tersebut," kata Edi, Selasa (8/6).

(lir/jbr)