Masih Optimalisasi, Pengajuan Akun PPDB DKI Disetop Hingga Pukul 12.00 WIB

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 09:09 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Sistem pembukaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Jakarta masih dalam tahap optimalisasi. Sehingga, pengajuan PPDB dihentikan sementara dan bisa dimulai lagi pukul 12.00 WIB.

Hal itu diumumkan oleh Disdik DKI Jakarta melalui akun Twitter @PPDBDKI1. Pemberitahuan itu diunggah pada Selasa (8/6/2021).

"Sehubungan dengan Optimalisasi Sistem PPDB Online, pengajuan akun akan dihentikan sementara mulai hari selasa dari Pukul 01.30 S/D 12.00 WIB. Setelah proses optimalisasi selesai, dapat melakukan Pengajuan akun kembali," tulis akun tersebut.

Proses pendaftaran PPDB juga kan diperpanjang. Pendaftaran akan dibuka hingga Jumat 11 Juni 2021 hingga pukul 14.00 WB.

"Waktu Pendaftaran akan diperpanjang sampai dengan hari jumat Tanggal 11 Juni 2021 pukul 14.00 WIB.Mohon maaf atas Ketidaknyamanannya. Terima Kasih," demikian keterangannya.

Orang Tua Murid Keluhkan Masalah PPDB DKI

PPDB DKI Jakarta 2021 sudah dimulai sejak kemarin. Namun di hari pertama pendaftaran ini menemui sejumlah masalah.

Masalah yang ditemukan dalam proses PPDB Jakarta 2021 ini yakni ketika pengajuan akun. Salah satu orang tua siswa bernama Dewi Andhini mengaku kesulitan mengakses situs resmi PPDB saat hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah menengah atas (SMA).

"Pada saat kita melakukan pengajuan akun, kita kan masukin nomor peserta dan lain-lain, kalau yang saya lihat, data yang kita masukkan ini akan dibaca ke database lain, pada saat dia baca ke database lain, ini kayaknya hectic di situ," kata Dewi.

Dewi menemukan kendala sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu aktivasi token. Menurut dia kendala itu terjadi lantaran server PPDB tak mampu menahan akses pendaftaran PPDB.

Hal serupa juga ditemukan Ombudsman DKI. Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan salah satu yang disoroti kemampuan server mengatasi kunjungan tinggi.

"Orang tua mengalami kesulitan untuk mengakses laman pendaftaran dan pastinya bukan karena leletnya internet dari pihak orang tua karena infrastruktur internet Jakarta sangat memadai," kata Teguh.

Kemudian, ombudsman juga menerima keluhan orang tua terkait kolom asal sekolah yang tak kunjung muncul.

Teguh mengatakan permasalahan ini membuat para orang tua kesulitan mengakses website pendaftaran. Dia meminta agar Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera menyelesaikan masalah ini.

"Kedua, ada keluhan dari orang tua siswa terkait kolom asal sekolah yang tidak kunjung muncul. Ini seperti yang terjadi dua tahun yang lalu," jelasnya.

"Ini PR besar menurut saya, karena pembuatan token dibarengi dengan pendaftaran. Harusnya pembuatan token itu kan bisa dilakukan dari kemarin-kemarin ya supaya nggak diserbu seperti ini dan dikasih waktu agak panjang. Ini efeknya ortu jadi panik lho," sambungnya.

Simak video 'Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege'':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/mae)