Round-Up

Pendaftaran PPDB Jakarta Disetop Sementara Gegara Ramai Keluhan Orang Tua

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 21:34 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2021 dimulai hari ini. Namun di hari pertama pendaftaran ini menemui sejumlah masalah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan dalam PPDB Jakarta 2021 kali ini, daya tampung sekolah, baik jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) kurang dari 50%.

"Total daya tampung untuk SMP Negeri dibandingkan dengan lulusan dari SD Negeri dan swasta serta madrasah hanya dapat mengakomodir 47,33% peserta didik, sedangkan total daya tampung SMA Negeri dan SMK negeri dibandingkan dengan lulusan dari SMP negeri dan swasta serta madrasah hanya dapat mengakomodir 33,66% peserta didik," kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).

Tahapan PPDB Jakarta 2021 dimulai dari pengajuan akun di website ppdb.jakarta.go.id. Kemudian dilanjutkan aktivasi token, pemilihan sekolah, proses seleksi hingga pengumuman.

Masalah yang ditemukan dalam proses PPDB Jakarta 2021 ini yakni ketika pengajuan akun. Salah satu orang tua siswa bernama Dewi Andhini mengaku kesulitan mengakses situs resmi PPDB saat hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah menengah atas (SMA).

"Pada saat kita melakukan pengajuan akun, kita kan masukin nomor peserta dan lain-lain, kalau yang saya lihat, data yang kita masukkan ini akan dibaca ke database lain, pada saat dia baca ke database lain, ini kayaknya hectic di situ," kata Dewi.

Dewi menemukan kendala sebelum melanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu aktivasi token. Menurut dia kendala itu terjadi lantaran server PPDB tak mampu menahan akses pendaftaran PPDB.

"Ini PR besar menurut saya, karena pembuatan token dibarengi dengan pendaftaran. Harusnya pembuatan token itu kan bisa dilakukan dari kemarin-kemarin ya supaya nggak diserbu seperti ini dan dikasih waktu agak panjang. Ini efeknya ortu jadi panik lho," sambungnya.

Hal serupa juga ditemukan Ombudsman DKI. Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan salah satu yang disoroti kemampuan server mengatasi kunjungan tinggi.

"Orang tua mengalami kesulitan untuk mengakses laman pendaftaran dan pastinya bukan karena leletnya internet dari pihak orang tua karena infrastruktur internet Jakarta sangat memadai," kata Teguh.

Kemudian, ombudsman juga menerima keluhan orang tua terkait kolom asal sekolah yang tak kunjung muncul.

Teguh mengatakan permasalahan ini membuat para orang tua kesulitan mengakses website pendaftaran. Dia meminta agar Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera menyelesaikan masalah ini.

"Kedua, ada keluhan dari orang tua siswa terkait kolom asal sekolah yang tidak kunjung muncul. Ini seperti yang terjadi dua tahun yang lalu," jelasnya.

Ketua Panitia PPDB DKI Jakarta 2021, Slamet menerangkan pelambatan terjadi karena banyaknya calon peserta didik baru (CPDB) mengakses website secara bersamaan. Namun dia memastikan tak terjadi kegagalan sistem.

"Jadi begini, pada saat start, itu kan load memang tinggi, hampir semua CPDB (calon peserta didik baru) masuk mendaftar mengajukan akun, jadi ada pelambatan saja," kata Slamet.

Slamet juga mengatakan pihaknya telah berupaya memperbesar bandwidth situsnya sebelum PPDB diselenggarakan. Dia meminta agar para orang tua tak perlu khawatir dan terus mencoba mengakses website PPDB.

Simak video 'Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege':

[Gambas:Video 20detik]