HP Dipakai Istri buat Neror Selingkuhan, Apakah Kena UU ITE?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 08:08 WIB
Ketergantungan masyarakat terhadap Telepon Genggam (Handphone) sekarang ini memang sangat tinggi. Hampir disetiap kesempatan beraktivitas masyarakat tidak bisa dijauhkan dari HP. Handphone, Smartphone. Warga menggunakan telepon genggam di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (18/7/2012). File/detikFoto.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)

Penghinaan yang menggunakan alat elektronik pada medis sosial seperti Facebook, Instragram, Twitter, Line dan banyak lagi diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Dalam penerapannya, setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 50/PUU-VI/2008 harus mengacu dan tidak dapat dilepaskan dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP. Dengan adanya putusan MK Nomor 50/PUU-VI/2008, maka spektrum pengenaan Pasal 27 ayat (3) UU ITE Tahun 2016 tidak seluas sebelumnya. Penerapanan Pasal 27 ayat (3) UU ITE tahun 2016 harus mengacu pada klasifikasi penghinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP.

Menurut doktrin, penghinaan sebagaimana yang diatur dalam 310 dan 311 KUHP terdapat 6 macam yakni:

1. Menista sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP
2. Menista dengan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (2) KUHP
3. Memfitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 311 KUHP
4. Penghinaan ringan sebagaimana diatur dalam Pasal 315 KUHP
5. Mengadu secara memfitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 317 KUHP
6. Menuduh secara memfitnah sebagaimana diatur dalam dalam Pasal 318 KUHP

Secara umum, penghinaan adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang yang menyebabkan rasa malu terhadap nama baiknya. Agar dapat dihukum menurut Pasal 310 ayat (1) dan (2) maka penghinaan harus dilakukan dengan sedemikian rupa, sehingga dalam kata-kata hinaan itu terselip tuduhan, seolah-olah orang yang dihina itu telah melakukan perbuatan tertentu, dengan maksud agar tuduhan itu tersiar atau diketahui oleh orang banyak.

Menurut Pasal 310 ayat (3) KUHP, perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 ayat (1) dan (2) tidak dapat dihukum apabila tuduhan itu dilakukan demi membela "kepentingan umum" atau terpaksa untuk "membela diri". Terkait kebenaran atas untuk membela kepentingan umum dan membela diri merupakan ranah pertimbangan hakim berdasarkan pemeriksaan di pengadilan. Kejahatan menista ini tidak perlu dilakukan di muka umum, cukup bila dapat dibuktikan bahwa terdakwa mempunyai maksud untuk menyiarkan tuduhan itu

Apabila penjelasan di atas dikaitkan dengan pertanyaan saudara, maka apabila perkataan istri terdapat unsur menyerang kehormatan dan nama baik seseorang maka dapat dikenakan dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE. Akan tetapi apabila apa yang dilakukan karena terpaksa untuk membela diri maka hakim akan menilai saat pemeriksaan perkara di pengadilan.

Demikian uraian singkat ini kami sampaikan, terima kasih.

Alvon Kurnia Palma, S.H., M.H.
"AKP and Partner"
Gedung Dana Graha Ruang 305A
Jalan Gondangdia Kecil
Menteng Jakpus

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh tim detik, para pakar di bidangnya serta akan ditayangkan di detikcom.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Berhubung antusias pembaca untuk konsultasi hukum sangat beragam dan jumlahnya cukup banyak, kami mohon kesabarannya untuk mendapatkan jawaban.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam
Tim Pengasuh detik's Advocate


(asp/mae)