Kecam KDRT Sadis Istri di Sumsel, Komnas Perempuan Minta RUU PKS Disahkan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 20:33 WIB
Penganiaya Istri Siri di Sumsel Ditangkap
Penganiaya istri siri di Sumsel ditangkap. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Komnas Perempuan mengecam aksi sadis pria di Sumatera Selatan (Sumsel), Sahrudin (44), yang menganiaya istri sirinya, RN (44). Komnas Perempuan mengungkit soal pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS)

"Mengecam, menyesalkan kekerasan berbasis gender yang brutal ini. Kejadian ini menambah daftar panjang KDRT yang terjadi di Sumsel dan menuntut perhatian lebih dari aparat penegak hukum setempat," kata Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswatini saat dihubungi, Senin (7/6/2021).

"Kami terus mendorong agar DPR mengesahkan RUU PKS, mengingat ada mekanisme pemulihan yang lebih komprehensif untuk dilakukan sebelum, saat, dan setelah persidangan," sambungnya.

Theresia menuturkan perlu ada pendampingan untuk membantu pemulihan baik luka fisik maupun psikis korban. Dia berharap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PT2TPA) dapat membantu pemulihan luka fisik maupun nonfisik yang dialami korban.

"Pemulihan korban penting dilakukan mulai dari menyembuhkan luka-luka, fisik, konseling psikologis untuk kekerasan psikis dan psikologis, serta kekerasan seksual yang dialami dan juga pendampingan saat memberi keterangan. Diharapkan APH dan lembaga layanan (P2TP2A) setempat dapat bekerja sama untuk membantu," tuturnya.

Theresia mengatakan korban perlu untuk mendapat pendampingan pemulihan sampai proses hukum sampai di persidangan. Dia menyebut korban bisa mengalami trauma berat sehingga pemulihan harus jadi prioritas.

"Mengingat tingkat kekerasan yang begitu brutal tentu korban membutuhkan pendampingan dan pemulihan sejak dari tingkat penyidikan hingga persidangan. Trauma berat akan dialami korban dan karena itu aparat penegak hukum dan lembaga layanan sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap situasi korban. Hak korban atas keadilan dan pemulihan penting diprioritaskan," ujarnya.

Rentetan KDRT Sadis

Diberitakan sebelumnya, wanita inisial RN (44) di Sumsel melaporkan suami sirinya, Sahrudin (44), ke polisi. RN mengaku disiksa hingga dipaksa minum air kencing.

"Korban dituduh selingkuh. Dari situ mulai terjadi penganiayaan dari pukul 21.00 sampai 05.00 WIB. Itu terjadi di rumah korban," kata Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade kepada detikcom, Sabtu (5/6).

Ikang menjelaskan, korban akhirnya menyelamatkan diri dengan kabur setelah pura-pura ke kamar mandi.

Dari data yang diterima penyiksaan itu dialami RN pada Selasa (1/6) di Desa Taja Mulya, Betung, Banyuasin. Rentetan penganiayaan Sahrudin kepada istrinya ialah:

- Memukul pelipis mata kiri dan kanan.
- Memukul muka dan kepala berkali-kali dengan tangan dan senter
- Menginjak-injak leher dan pinggang
- Menyeret tubuh korban
- Menempelkan api rokok ke muka
- Membakar lengan dengan korek api
- Memukul lutut kaki dengan cobek (ulekan cabai)
- Memasukkan ulekan cabai ke dalam kemaluan korban
- Mengikat leher Korban dengan menggunakan tali baju
- Menelanjangi, menyiram dengan minyak tanah, minyak sayur, dan sambal ikan
- Memecahkan telur di tubuh dan kepala
- Menggunting rambut korban dengan menggunakan pisau dan gunting tidak beraturan.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni sebilah pisau, 1 buah tas, 1 unit ponsel kondisi rusak, 1 buah gunting, 1 potongan kabel, 1 buah tali plastik, potongan rambut korban, dan 1 buah ulekan sambal.

Saat itu RN langsung meminta pertolongan kepada warga dan pemerintah desa setempat. Setelah itu melaporkan KDRT ke Polres Banyuasin.

Atas kejadian tersebut, sambungnya, korban mengaku mengalami trauma. Polisi juga mendapati luka di sekujur tubuh RN. Ikang mengaku pihaknya masih memburu SH.

(jbr/jbr)