Akademisi Paramadina Kenang Mochtar Kusumaatmadja: Pemikir yang Visioner

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 23:02 WIB
Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy, Phil Shiskha Prabawaningtyas
Foto: Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy, Phil Shiskha Prabawaningtyas (Dok Website Paramadina)
Jakarta -

Mantan Menteri Luar Negeri Profesor Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia. Mochtar Kusumaatmadja dikenang sebagai sosok yang memiliki pemikiran visioner selama ini terhadap Indonesia.

Hal tersebut diungkap, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy, Phil Shiskha Prabawaningtyas. Dia menyampaikan duka cita atas berpulangnya Mochtar.

"Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Universitas Paramadina, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Bapak Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Semoga beliau Khusnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan keikhlasan," kata Shiska dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (6/6/2021).

Shiska menyebut Prof Mochtar merupakan sosok luar biasa dan putera terbaik bangsa. Tak hanya itu, menurutnay Mochtar selama ini juga dikenal sebagai sosok pemikir yang memiliki pandangan visioner terhadap bangsa.

"Keluarga besar PGSD memberikan penghormatan luar biasa kepada putera bangsa terbaik atas pemikiran yang visioner dan strategis dalam merumuskan konsep negara kepulauan yang sebagai wujud konsep kedaulatan teritorial Indonesia, Tanah Air. Konsep yang digaungkan lantang pada podium internasional ke seluruh penjuru dunia melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957," ucapnya.

Shiska mengungkap konsep negara kepulauan yang selama ini diwujudkan oleh Prof Mochtar ke dalam konstruksi 'wawasan nusantara'. Tak hanya itu, dia menyebut bangsa Indonesia juga memberikan penghargaan tertinggi dan tertulus atas perjuangan diplomasi perbatasan yang selama ini dipimpin oleh Mochtar.

"Bangsa Indonesia memberikan penghargaan tertinggi dan tertulus kepada perjuangan diplomasi perbatasan atau 'border diplomacy' Indonesia yang dipimpin oleh Prof Mochtar Kusumaatmadja secara gigih dan heroik selama 25 tahun proses diplomasi multilateral dalam forum Perserikatan Bangsa-bangsa," ujarnya.

"Konsep negara kepulauan Indonesia akhirnya diakui secara internasional ketika diadopsi sebagai bagian dari tatanan kodifikasi hukum internasional pada tanggal 10 Desember 1982 melalui Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-bangsa," lanjutnya.

Dia pun menghormati buah pemikiran Mochtar tersebut. "Salam hormat dan ketulusan mendalam atas buah pemikiran Prof. Mochtar Kusumaatmadja yang mewujudkan konsep Tanah Air melalui Wawasan Nusantara," imbuhnya.

Seperti diketahui, Mochtar Kusumaatmadja yang mendapatkan tanda jasa Bintang Mahuputra Utama dan Bintang Mahuputra Adipradana ini meninggal karena sakit setelah sebelumnya sempat dibawa ke RS Siloam. Jenazah rencana dimakamkan dari rumah duka ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

(maa/dwia)