WNI Tak Jadi Berhaji, Ustadz Khalid Basalamah: Sabar Ambil Hikmahnya

Salsa Adiningrum - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 20:59 WIB
Ustaz Khalid Basalamah (Ist)
Foto: Khalid Basalamah (20Detik)
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]



Kaum muslim, khususnya para calon jemaah haji yang batal untuk menunaikan ibadah haji sebaiknya bersabar. Sebab di balik pembatalan keberangkatan oleh pemerintah itu pasti ada hikmah atau pesan dibaliknya yang bisa dipetik. Apalagi kondisi pandemi COVID-19 harus diakui memang belum kunjung membaik.

"Sabar, sabar. Dianjurkan kepada seluruh WNI yang sudah mendaftar haji, sabar. Pasti semua ada hikmahnya," kata ustaz Khalid Basalamah dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Jumat (4/6/2021).

Ia kemudian mengambil contoh saat Perang Khandak. Kala itu Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dilarang untuk umrah oleh kaum Quraisy yang membawa 3000 pasukan. Padahal, kata Khalid Basalamah, Nabi dan para sahabat sudah memasuki wilayah Haram dan menggunakan baju Ihram.

Ketika para sahabat menyarankan untuk melawan saja, Nabi justru melarang. Pada saat itu juga Allah SWT menyuruh mereka untuk pulang dan melaksanakan umrah kembali pada tahun selanjutnya.

"Ternyata hikmahnya, tahun depannya mereka, subhanallah mampu pergi umrah dengan kondisi orang-orang Mekkah mengikuti dan sesuai dengan kesepakatan mereka sehingga umat islam leluasa untuk menjalankan ibadah itu. Dan setelah itu umat islam diizinkan Allah untuk membebaskan kota Mekkah, dan sampai sekarang bisa melakukan haji dan umrah (kecuali di masa pandemic Covid)," jelas ustaz kelahiran Makassar, 1 Juni 1975 itu.

Khalid Basalamah menegaskan semua hal yang terjadi pasti memiliki hikmah dibaliknya, termasuk niat baik. Menurut dia ketika seorang umat sudah memiliki niat baik untuk melakukan suatu kegiatan yang baik, Allah SWT sudah pasti akan mencatatnya sebagai amal yang mendapatkan pahala.

"Nabi bersabda barang siapa niat mengerjakan suatu amal soleh sementara ia belum mengerjakan itu maka akan dicatat baginya pahala lengkap. Sudah niat haji, maka Allah sudah tuliskan kata Nabi. Dan kalau ia kerjakan maka akan dicatatkan 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat," pungkasnya.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis lalu memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji tahun ini demi keselamatan. Diketahui, kasus harian di Indonesia pada 26-31 Mei, rata-rata masih di atas angka 5.000 kasus.

Selain soal kesehatan dan keselamatan, pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun dua bulan menjelang musim haji masih belum memberikan izin kepada Indonesia untuk mengirimkan jemaah hajinya.

(jat/jat)