Cerita Ustaz Khalid Basalamah jadi Dai: "Awalnya Tak Kepikiran"

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 16:22 WIB
Jakarta -

Ustaz Khalid Basalamah merupakan salah satu pendakwah populer di Indonesia. Ceramahnya di YouTube, Instagram, dan media sosial lain ramai ditonton dan dishare para jamaah.

Namun siapa sangka, Ustaz Khalid awalnya tidak kepikiran menjadi pendakwah. Saat akan kuliah pada tahun 1994, Ustaz Khalid ingin belajar hadist. Ustaz Khalid merasa nyaman dan hobi menghapal hadist.

"Belum mikir terjun ke dakwah. Tapi kecenderungan orang yang ngetes mengarahkan saya ke dakwah, entah apa pertimbangannya. Di sinilah kemudian belajar tarikh, sejarah, asal-usul, asas, hingga retorika penyampaian dakwah," ujar Ustaz Khalid kepada tim Blak-Blakan detikcom.

Singkat cerita, Ustaz Khalid diterima menjadi mahasiswa dan resmi kuliah urusan dakwah dan usluhudin. Saat kuliah, Ustaz Khalid sempat praktik berceramah di kelas dan memahami penonton. Ilmu inilah yang dipraktikkan saat mulai menjadi dai.

Ustaz Khalid tak lantas menjadi dai setelah lulus pada 1998 dan kembali ke Indonesia. Dia sempat mengajar dan melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ustaz Khalid mengambil jurusan manajemen pendidikan.

Jalan hidup Ustaz Khalid Basalamah mulai berubah saat masuk ke masjid tempatnya mengajar. Saat itu Ustaz Khalid baru mengajar dua bulan dan hendak sholat Jumat. Saat itu, Ustaz Khalid ikut mendengarkan khotbah yang disampaikan khatib.

"Mungkin kalau (diumpamakan seperti) tukang listrik mendengar ada orang bicara listrik tapi nggak tahu ilmunya. (Khatib) ini ayat dan hadistnya salah suaranya juga kecil," ujar Ustaz Khalid yang akhirnya menawarkan diri jadi khatib sholat Jumat.

Kejadian pada akhir 1999 tersebut ternyata menentukan jalan dakwah Ustaz Khalid. Ceramahnya mendapat sambutan positif hingga mendapat jadwal sendiri. Ustaz Khalid juga mulai mengiyakan tawaran mengizi khotbah di masjid lainnya.

Ustaz Khalid memenuhi tawaran menjadi khatib hingga lulus S2 dan mengundurkan diri jadi dosen. Dia melihat keterbatasan yang membedakan perkuliahan Indonesia dan Mesir. Dosen berkualitas kurang tampil, dengan kehidupan yang hanya berkisar kampus dan rumah.

"Saya kemudian membuka kelas hadist gratis yang hingga saat ini masih terus berjalan. Kelas seperti ini butuh pengajar yang menyampaikan dengan contoh sehingga jamaah bisa tertarik," kata Ustaz Khalid.

Pengajian Ustaz Khalid mempelajari kitab-kitab tebal yang biasanya enggan dibaca sendiri. Dalam kesempatan ini, Ustaz Khalid punya kesempatan mempraktikkan ilmu yang dipelajari saat kuliah S1.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, retorika di kampus akhirnya bisa disampaikan di masyarakat umum. Melalui model pengajian dan dakwah ini, Ustaz Khalid berharap lebih banyak orang-orang baik tercipta di masyarakat.

(row/erd)