Komnas HAM: Hasil Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia Keluar 1-2 Bulan ke Depan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 18:18 WIB

Sandi mengungkapkan, pihaknya kemudian melakukan pengecekan dan pemetaan wilayah terkait dengan proses autopsi tersebut nantinya dan mempersiapkan pengamanannya. TNI-Polri akan mengamankan titik rawan dalam upaya autopsi jasad Pendeta Yeremia.

"Dalam pelaksanaan tersebut rombongan TNI-Polri dipimpin Kapolres Intan Jaya Akbp Sandi dan Danyon 501/BY Letkol Inf Arfa Yuda serta 46 personel dalam rencana pengamanan ada 8 titik yang dianggap rawan," ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M Iqbal Al-Qudusy menjelaskan proses autopsi tersebut penting dalam proses penyidikan untuk menentukan kebenaran yang objektif. Hasil autopsi diperlukan untuk proses persidangan nantinya.

"Dalam persidangan digunakan dengan nama visuem et repertum. Visuem et repertum adalah laporan tertulis dari hasil autopsi pada suatu mayat untuk mencari tahu kebenaran suatu tindak pidana," ujar Iqbal.

Pelaksanaan autopsi jenazah Pendeta Yeremia Zanambani, yang tewas ditembak di Intan Jaya, Papua, menemui kendala. Pihak keluarga disebut menolak jenazah Pendeta Yeremia diautopsi.

"Penyidik saat ini sedang bernegosiasi dengan pihak keluarga, karena ternyata info yang terakhir kami dapatkan pihak keluarga menolak dilaksanakan autopsi," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kala itu di Mabes Polri kepada wartawan, Rabu (11/11).


(whn/zak)