Komnas HAM Serahkan Laporan Penembakan Pendeta di Papua ke Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 13:03 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bersama para anggota meninjau terkait tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.
Komisioner Komnas HAM. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyerahkan hasil investigasi kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Komnas HAM juga menyampaikan usulan pidato presiden pada hari HAM internasional.

"Pertama, membahas mengenai rencana dan usulan Komnas HAM terkait pidato presiden pada hari HAM internasional tanggal 10 Desember. Yang juga serius kita bicarakan soal kasus penembakan Pendeta Yeremia, hasil temuan Komnas HAM seperti apa dan lebih jauh soal Papua ini kami mendiskusikan kepada Bapak Presiden mengenai solusi dialog damai yang kita usulkan dapat dukungan dari Presiden. Komnas HAM akan melakukan suatu langkah-langkah sendiri untuk melakukan proses dialog damai," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

Komnas HAM mendorong penyelesaian kasus dengan pendekatan dialog. Komnas HAM berharap pemerintah melakukan hal serupa.

"Kita juga berharap dari pihak Presiden melakukan hal yang sama dan bersinergi menyelesaikan masalah Papua yang lebih komprehensif karena kasus-kasus kekerasan yang terus terjadi itu menurut kami harus segera diputus siklus kekerasannya. Dari situlah kemudian bisa dicarikan solusi damai masalah Papua. Tadi Bapak Presiden menyambut baik usulan Komnas HAM," ujar Taufan.

Komnas HAM sebelumnya sudah menyerahkan investigasi kasus penembakan Pendeta Yeremia kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Komnas HAM mendorong ada proses hukum terhadap terduga pelaku penembakan Pendeta Yeremia di Papua.

"Kita sampaikan laporan tertulisnya. Sebagaimana kita sampaikan kepada Pak Menko (Polhukam) tempo hari, kita ingin ada proses penegakan hukum terhadap terduga pelaku," kata Taufan.

Untuk diketahui, Pendeta Yeremia meninggal dunia usai ditembak oleh anggota KKSB di Hitadipa, Papua. TNI menyebut tindakan KKSB itu untuk mencari perhatian menjelang sidang utama PBB.

Komnas HAM juga membahas soal pidato presiden pada hari HAM internasional. Simak di halaman selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2