Polda Sulsel Bantah Halang-halangi LBH Muslim Dampingi Terduga Teroris

ADVERTISEMENT

Polda Sulsel Bantah Halang-halangi LBH Muslim Dampingi Terduga Teroris

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 15:44 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim menyebut pihaknya dihalang-halangi aparat kepolisian saat akan memberi pendampingan hukum kepada tersangka teroris Makassar yang ditahan di Mapolda Sulsel. Polda Sulsel membantah tudingan itu.

"Diduga, menurut keterangan klien kami yang dua orang itu (istri Muslim dan Wahyudi), itu penyidik Densus itu selalu membujuk klien kami, nggak usah pakai pengacara kami, nanti suamimu tambah susah, ancamannya berat," ujar Abdullah kepada detikcom, Jumat (4/6/2021).

Bahkan, kata Abdullah, dia pernah mendengar langsung penyidik menelepon istri kliennya. Penyidik kemudian meminta istri terduga teroris tak lagi memakai jasa pengacara.

"Bahkan saya dengar sendiri setelah saya dampingi klien saya. Itu kita singgah makan, kemudian dia ditelepon sama anggota Densus yang namanya Apoi itu, 'Pak, ini saya ditelepon sama Apoi'. 'Angkat saja'. Ini klien saya dia hands free itu. Dia ulang lagi, 'Nggak usah pakai pengacara, itu suamimu nanti tambah susah'," jelas Abdullah.

Abdullah pun mengaku menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, penyidik tak bekerja sesuai aturan dengan adanya upaya menghalang-halangi tersebut.

"Itu kan tidak bisa begitu, Pak, kita sesama penegak hukum itu tidak bisa seperti itu karena kita juga pengacara dilindungi undang-undang," katanya.

Abdullah menganggap pengacara dan polisi sebagai penegak hukum punya kapasitas yang sebagai penegak hukum.

"Sama-sama penegak hukum, menurut Undang-Undang 18 Tahun 2003 itu, polisi, jaksa, hakim, pengacara kan sederajat, dia sama-sama penegak hukum. Maka tidak etislah ada penegak hukum mengomentari atau meng-kepo-i, ya kita jalan masing-masing saja," katanya.

Merespons tudingan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan tak ada penyidik atas nama Apoi seperti yang disebut Abdullah.

"Yang poin kedua saya rasa itu tidak benar itu penyelidiknya bernama Apoi, sedangkan tidak ada nama Apoi penyelidiknya," kata Zulpan saat dihubungi terpisah.

Dia mengingatkan Abdullah agar tak sembarang melempar pernyataan karena dia bisa saja dituntut balik oleh penyidik.

"Jadi jangan menggunakan hal-hal tidak memiliki bukti yang kuat dalam hal ini. Untuk menaikkan citra pengacara. Jangan ya, karena bisa dituntut balik oleh penyidik Densus," katanya.

(hmw/nvl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT