Kasasi KPK Diterima, Terdakwa Kasus Alih Fungsi Hutan Riau Dihukum 3 Tahun Bui

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 12:44 WIB
Ali Fikri
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kasasi yang diajukan KPK atas vonis bebas terdakwa kasus korupsi pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau, Suheri Terta, diterima MA. KPK minta Suheri Terta kooperatif.

"Tim jaksa eksekusi KPK akan segera melaksanakan putusan tersebut dengan memanggil yang bersangkutan untuk hadir di gedung KPK. KPK mengimbau agar terpidana kooperatif hadir memenuhi panggilan tim jaksa eksekusi dimaksud," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Ali mengatakan tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah menerima pemberitahuan resmi putusan kasasi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang dibacakan pada 30 Maret 2021. Suheri dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana 3 tahun dan denda Rp 50 juta.

"Menyatakan Terdakwa Suheri Terta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ali.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun dan pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan 3 bulan," imbuh Ali.

Sebelumnya, KPK berupaya mengajukan upaya hukum kasasi terhadap putusan majelis hakim tingkat pertama pada terdakwa Suheri Terta. Kasasi itu diajukan pada 22 September 2020.

"Alasan diajukannya kasasi tersebut antara lain dalam putusan hakim tidak mempertimbangkan sebagai berikut: a. Penerimaan uang oleh terpidana Annas Maamun melalui Gulat Medali Emas Manurung dan barang bukti berupa uang yang disita di perkara Annas Maamun yang dengan tegas dalam putusan majelis hakim tingkat MA terbukti sebagai uang yang diterima dari PT Duta Palma," ujar Ali kepada wartawan, Kamis (22/10).

Suheri divonis bebas setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menyatakan dirinya tidak terbukti melakukan korupsi. Hakim menyatakan Suheri terbebas dari semua dakwaan jaksa KPK.

"Menyatakan terdakwa Suheri Terta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim ketua Saut Maruli Tua Pasaribu di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (9/9).

Hakim juga memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari rumah tahanan. Hakim juga memerintahkan agar hak-hak terdakwa dipulihkan.

Suheri Terta sebelumnya dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta oleh jaksa KPK. Jaksa KPK meyakini Suheri Terta menyuap mantan Gubernur Riau Annas Maamun senilai Rp 3 miliar dan Gulat Manurung senilai Rp 750 juta terkait alih fungsi hutan.

Suheri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(idn/idn)