Risma Ngaku Sempat Ditekan Saat Tangani Data Ganda Penerima Bantuan PKH

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 20:55 WIB
Saat memberikan santunan, salah satu perwakilan keluarga korban kebakaran Matraman tampak terharu.
Risma menyebut sempat ditekan oleh pihak tertentu saat menangani data ganda penerima bantuan tersebut. (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) sempat menjelaskan terkait data ganda yang muncul terkait penerima bantuan Program Keluarga Sejahtera (PKH) saat rapat RAPBN bersama Komisi VIII DPR RI. Risma menyebut sempat ditekan oleh pihak tertentu saat menangani data ganda penerima bantuan tersebut.

Risma awalnya menjelaskan alasan mengungkap adanya sejumlah data ganda yang muncul dalam data Kemensos. Dia lantas mengaku mendapatkan banyak tekanan ketika menangani data tersebut.

"Saya bisa jelaskan pak, terus terang data ini banyak sekali tekanan kami, saya harus jelaskan," kata Risma saat rapat di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Risma lantas mengatakan saat itu mengambil sikap untuk menghapus data ganda yang ditemukan oleh Kemensos. Meski demikian, dia memastikan pihak yang mendapatkan hak bantuan PKH tetap disalurkan.

"Jadi kenapa kemudian saya keluarkan ini, sebetulnya bukan insyaallah yang data salur tetap kami amankan salur, Pak. Tapi bahwa data double atau ganda yang dia memang ganda jelas, itu datanya yang kita hapus. Tapi induknya, jadi kayak seperti Slamet itu yang kita cek. Slamet itu dapat 39 dengan NIK yang sama. Namun dia sendiri malah nggak terima. seperti itu case-nya," ucapnya.

Risma menyebut temuan ini juga sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, banyak data ganda yang kemudian ditemukan oleh pihak Kemensos.

"Sekali lagi banyak pak, saya harus sampaikan. Saya sudah laporkan ke Pak Presiden ini semua, jadi kemudian akhirnya saya kemudian beranikan mengeluarkan data ganda itu kita hapus. Karena nyuwun sewu, Pak, sekali lagi banyak sekali yang seperti itu. Jadi kenapa kemudian saya beranikan sendiri yang dobel memang kita kemudian hapus dan kemudian kita launching," ujarnya.

"Jadi tidak ada niatan saya melaporkan atau apa pun tidak ada. Tapi bahwa saya ingin data ini harus kita amankan karena bukan tidak mungkin, dan ini sudah saya laporkan ke Pak Presiden," sambungnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Buntut Bupati Alor Marahi Staf Risma Bikin PDIP Cabut Dukungan

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2