Ketua DPRD Bela Risma: Bupati Alor Harus Paham Tanggap Darurat Bencana

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 16:56 WIB
Media sosial dihebohkan dengan aksi marah-marah Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Amon Djobo kepada staf Kementerian Sosial (Kemensos). Kemarahan Amon Djobo terkait bansos Program Keluarga Harapan (PKH). Bupati usungan PDIP itu pun singgung menteri bolot.
Tangkapan layar video viral Bupati Alor Amon Djobo memarahi 2 pegawai Kemensos (Dok. Istimewa)
Alor -

Ketua DPRD Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Enny Anggrek mengungkapkan curahan hatinya soal sikap Bupati Amon Djobo yang kerap bersikap kasar. Enny mengingatkan Amon agar paham dengan kondisi tanggap darurat bencana.

"Saya ketua tim pemenangan dia, tanpa tulisan dan tanda tangan saya di KPU dia tidak bisa jadi bupati. Saya yang kampanye untuk dia menang," ujar Enny saat diminati konfirmasi wartawan, Kamis (3/6/2021).

Enny mengungkapkan, Amon yang baru duduk sebagai Bupati Alor harus paham kondisi tanggap darurat pascabencana yang menimpa Alor. Dia lalu mengungkapkan soal Amon yang kerap bersikap kasar kepadanya.

"Dia harus paham kondisnya saat itu urgen dalam tanggap darurat, bencana ini. Dia memang sikapnya selama ini terhadap saya kasar, karena dia mau ngomong apa kita harus ikut, kita bukan jongosnya dia loh," kata Enny.

Enny mengatakan, pada Februari lalu, Amon juga sempat memerintahkan Sekda Alor bersama dengan OPD setempat mendemo dia di Polres Alor. Bahkan pada November tahun lau, Amon telah menarik ajudan milik Enny dan juga sempat bersurat ke Kemendagri dan akhirnya dia pun dipanggil ke Jakarta untuk melakukan klarifikasi.

Puncak ketidakharmonisan ini pada saat Amon melakukan konferensi video dengan Presiden Jokowi pada 6 April. Saat itu Risma menyebut telah menyalurkan bantuan ke Alor lewat perantara Enny. Enny menduga Amon tersinggung namanya disebut saat rapat itu, padahal nomor kontak Amon tidak bisa dihubungi oleh Risma sehari sebelumnya.

"Dia tidak terima ini bahasa, seolah-olah menjatuhkan dia. Karena mendendam," ungkapnya.

Pada 27 April 2021, Enny dipanggil ke Kemendagri dan bertemu dengan Kepala Stafsus Kemendagri Kastorius Sinaga dan enam orang Dirjen lainnya membahas soal surat yang dikirimkan oleh Amon, setelah pihak Kemendagri mendapati video Amon yang memarahi staf Kemensos dan membawa nama Presiden Jokowi.

"Saya menangis di sana, karena seorang menteri dimaki bodoh, goblok, itu waktu belum viral," ujarnya.

Pada poin terakhir surat Amon ke Kemendagri, kata Enny, disebutkan bahwa tindakan Risma yang menyalurkan bantuan ke DPRD, bukan ke pemda, membuat hubungan kedua lembaga itu tidak harmonis.

"Karena suratnya menerangkan bahwa gara-gara Ibu Risma buat DPRD dengan bupati berkelahi, itu dia tipu! Kondisi DPRD yang dia mau tendensius dan arogansi terhadap saya dia sudah buat selama ini," kata Enny.

(nvl/idh)