Polisi Telusuri Pemobil Viral Pakai Rotator yang Bikin Cekcok Pengendara

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 19:32 WIB
Pengemudi Innova marahi pengemudi Terios yang menggunakan rortator. Foto tangkapan layar akun IG gojek24jam.
Foto: Tangkapan layar video/istimewa
Jakarta -

Percekcokan pengemudi mobil di jalan yang diduga dipicu masalah rotator viral di media sosial. Video viral itu kini tengah diselidiki polisi.

"Kami selidiki," kata Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal saat dihubungi detikcom, Kamis (3/6/2021).

Belum diketahui lokasi kejadian tersebut. Namun, dari video yang beredar, terlihat salah satu kendaraan, Daihatsu Terios warna hitam bernopol B-2053-TOE.

"Sedang kami cek (lokasi kejadiannya). Masih dalam proses," ungkap Akmal.

Dalam video itu terlihat pemobil yang menggunakan rotator merupakan mobil pribadi Daihatsu Terios berwarna hitam. Dalam video itu terlihat seorang pria pengemudi Kijang Innova warna putih turun dari mobilnya dan memarahi pengendara Daihatsu Terios.

"Kamu... bapakmu. Kasih tahu bapakmu. Kamu... kendaraanmu ini sudah salah pakai rotator, mobil pribadi," kata pria tersebut ke pengemudi Terios, seperti dilihat detikcom, Kamis (3/6/2021).

Kendaraan Pribadi Dilarang Pakai Rotator

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo sebelumnya telah menyampaikan mobil pribadi dilarang menggunakan rotator. Penggunaan rotator bagi kendaraan telah diatur dalam Pasal 277 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi detikcom.

Menurut Sambodo, pengendara yang melanggar aturan tersebut bisa dikenai sanksi tilang.

"Denda Rp 250 ribu atau kurungan 1 bulan," katanya.

Dia menyebut, dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009, penggunaan lampu isyarat disertai sirene telah diatur dalam Pasal 134 dan 135. Ada beberapa jenis kendaraan yang diizinkan menggunakan rotator.

Kendaraan tersebut mulai dari ambulans yang melaksanakan tugas, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan pimpinan negara, kendaraan pimpinan negara asing, iring-iringan jenazah, hingga konvoi kendaraan tertentu.

"Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene," ungkap Sambodo.

(ygs/mea)