Viral Pengemudi Mobil Cekcok di Jalan Gegara Rotator, Ini Kata Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 15:20 WIB
Pengemudi Innova marahi pengemudi Terios yang menggunakan rortator. Foto tangkapan layar akun IG gojek24jam.
Viral pengemudi Innova memarahi pengemudi Terios gegara rotator (Tangkapan layar video/istimewa)
Jakarta -

Sebuah video viral memuat perselisihan dua orang pengemudi mobil di jalan raya. Dalam video itu, terlihat seorang pria paruh baya pengemudi Toyota Kijang Innova memarahi pengendara Daihatsu Terios gara-gara rotator.

Dalam video tersebut, terlihat pengemudi Innova warna putih turun dari mobilnya dan memarahi pengendara Daihatsu Terios. Diduga, pengemudi Daihatsu Terios B-2053-TOE meminta prioritas di jalan dengan menyalakan rotator sehingga membuat kesal pengemudi Innova yang ada di depannya.

"Kamu... bapakmu. Kasih tahu bapakmu. Kamu... kendaraanmu ini sudah salah pakai rotator, mobil pribadi," kata pria tersebut ke pengemudi Terios, seperti dilihat detikcom, Kamis (3/6/2021).

Video tersebut direkam oleh pengendara lain yang melintas di jalan. Belum diketahui lokasi kejadian tersebut.

Terkait penggunaan rotator, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan rotator tidak diperuntukkan bagi kendaraan pribadi.

"Kendaraan pribadi memasang rotator dan sirene merupakan pelanggaran diatur dalam Pasal 287 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi detikcom, Kamis (3/6/2021).

Menurut Sambodo, pengendara yang melanggar aturan tersebut bisa dikenakan sanksi tilang atau kurungan maksimal 1 bulan.

"Denda Rp 250 ribu atau kurungan 1 bulan," katanya.

Pasal tersebut berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). "

Penggunaan lampu isyarat atau rotator disertai sirene diatur dalam Pasal 134 dan 135 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada beberapa kendaraan yang diperbolehkan menggunakan rotator, yakni ambulans yang melaksanakan tugas, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan pimpinan negara, kendaraan pimpinan negara asing, iring-iringan jenazah, hingga konvoi kendaraan tertentu.

"Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene," ujar Sambodo.

Tonton juga Video: Kesaksian Wanita Korban Pengemudi Koboi: Acungkan Pistol, Ngaku Anggota

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/mea)