Dinsos Riau Usut Aduan Bantuan Masyarakat Dijual Pengurus Panti Jompo

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 18:27 WIB
Penghuni panti jompo di Riau adukan pengurus panti karena menduga banyak bantuan masyarakat malah dijual
Penghuni panti jompo di Riau adukan pengurus panti karena menduga banyak bantuan masyarakat malah dijual. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau memastikan akan menyelidiki laporan penghuni panti jompo soal ada bantuan yang dijual pengurus. Penyelidikan internal setelah menerima perwakilan panti jompo di Pekanbaru.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Tengku Zul, mengatakan pihaknya telah menerima seluruh laporan. Dari tempat tinggal yang kerap dipindah-pindah hingga terkait bantuan masyarakat yang dijual.

"Nanti akan saya selidiki. Kalau mungkin ada (penjualan bantuan masyarakat), ya akan saya evaluasi," ujar Tengku Zul saat ditemui di kantornya, Kamis (3/6/2021).

Menurut Zul, khusus untuk bantuan beras, diakuinya tidak bisa disimpan lebih lama sehingga ada alasan yang disampaikan Kepala Panti Jompo Khusnul Khotimah di Pekanbaru, Hermon Zuhedi, terkait bantuan dijual.

"Mungkin ada alasan tersendiri meskipun sudah disiapkan dari anggaran APBD. Laporan itu semua jadi masukan, intinya kebutuhan mereka setiap hari kita penuhi. Kalau benar laporan ini kita perbaiki nanti ke depan," katanya.

Penghuni panti jompo di Riau adukan pengurus panti karena menduga banyak bantuan masyarakat malah dijualPenghuni panti jompo di Riau adukan pengurus panti karena menduga banyak bantuan masyarakat malah dijual. (Raja Adil/detikcom)

Sebelumnya, seorang penghuni panti jompo, Nurmayar, mengakui ada banyak perubahan dalam 2 bulan terakhir. Terutama terkait bantuan yang diduga kerap dijual oleh pengurus dari Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Panti Jompo Khusnul Khotimah Pekanbaru.

"Kami mau tanya, biasa ada bantuan, biasa ada susu dan beras. Tetapi sekarang tidak ada lagi. Ada juga bantuan orang, dijuallah sama mereka (pegawai)," kata Nurmayar di kantor Dinas Sosial Riau.

Menurut Nurmayar, bantuan masyarakat itu biasa diserahkan kepada penghuni di panti jompo. Namun belakangan, bantuan sudah tidak pernah diterima para penghuni yang tinggal di panti jompo milik pemerintah itu.

"Ada beras dijual, kami tidak dikasih. Biasa kalau ada bantuan dijual, kami juga dapat bagian. Ada bantuan baju bagus-bagus itu diambil sama pegawai, sisa dikasih sama kita," ujar wanita berusia 71 tahun tersebut.

Penghuni lain mengaku kerap mendapat ancaman saat protes. Mereka diancam dikeluarkan dari panti dengan kata-kata kasar.

"Kalau tanya kita diancam, dibilang 'keluar saja dari panti'. Itu diancam-ancam pakai kata-kata kasar, kami orang tua diancam. Ini baru pertama kali sejak 9 tahun saya tinggal di panti," katanya.

(ras/jbr)