KPI Minta 'Suara Hati Istri: Zahra' Ubah Cerita, Tak Promosi Nikah Dini

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 12:19 WIB
Ketua KPI Pusat Agung Suprio
Ketua KPI Pusat Agung Suprio (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memastikan telah menindaklanjuti aduan masyarakat terkait sinetron 'Suara Hati Istri: Zahra' yang diperankan oleh artis berusia 15 tahun. KPI mengaku telah meminta Indosiar mengubah alur cerita sinetron yang dinilai mempromosikan pernikahan dini itu.

"Sudah dilakukan koordinasi agar alur ceritanya tidak mengarah pada promosi pernikahan dini dan meminta agar pemeran perempuan di bawah umur diganti dalam sinetron tersebut. Indosiar juga sudah merespons baik permintaan kami," kata Ketua KPI Pusat Agung Suprio dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

KPI Minta Ubah Alur Cerita

KPI juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan mendengarkan aduan masyarakat terkait sinetron. Jika alur cerita masih mempromosikan pernikahan dini, lanjut Agung, maka KPI akan segera menindaklanjuti.

"Kami akan memantau ini dan segera menindaklanjutinya jika masih terdapat promosi pernikahan dini atau pelanggaran lainnya sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Stasiun TV Hati-hati Pilih Aktris

Selain itu, Agung meminta stasiun televisi lebih berhati-hati dalam memilih aktris. Dia meminta agar setiap program siaran sesuai dengan nilai dan norma serta peraturan yang berlaku di Indonesia.

"Harus lebih berhati-hati dalam pemilihan aktris, dan bisa memberikan nilai edukasi kepada pemirsa," kata Agung.

Diketahui, sinetron 'Suara Hati Istri: Zahra' dikecam oleh sejumlah netizen karena dianggap membiarkan praktek pedofilia. Sebab, salah satu pemerannya yang bernama Lea Ciarachel berperan sebagai istri ketiga, padahal umur Lea Ciarachel masih 15 tahun.

detikcom juga telah berupaya meminta keterangan dari pemeran sinetron tersebut melalui DM IG. Namun keduanya belum merespons.

Menteri PPPA Beri Teguran

Kementerian PPPA juga sudah angkat bicara mengenai sinetron ini. Menteri PPPA Bintang Puspayoga menegaskan sinetron 'Suara Hati Istri: Zahra' melanggar hak anak.

"Kemen PPPA menegaskan sinetron 'Suara Hati Istri: Zahra' yang ditayangkan oleh media televisi Indosiar merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak anak di mana anak berusia 15 tahun diberi peran sebagai istri ketiga dan dipoligami," kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Indosiar Ganti Pemeran Zahra

Sementara itu, untuk menindaklanjuti banyaknya kecaman yang ada, Indosiar pun memutuskan mengganti pemeran Zahra. Indosiar mengganti Lea Ciarachel, artis berusia 15 tahun yang berperan sebagai istri ketiga.

"Indosiar menerima dan mengapresiasi semua masukan dan menindaklanjutinya dengan segera mengganti pemeran Zahra tersebut dalam tiga episode mendatang," ujar Direktur Program Indosiar Harsiwi Achmad dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Simak juga video 'Jadi Kontroversi, Pemeran Zahra di Suara Hati Istri Akan Diganti':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)