ADVERTISEMENT

40 Pasien COVID Klaster Silaturahmi Cilangkap Jaktim Sembuh

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 14:06 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 40 orang yang positif COVID-19 dari klaster silaturahmi di Cilangkap, Jakarta Timur, dinyatakan sembuh. Kini kasus COVID-19 aktif dari klaster tersebut sisa 71 orang.

"Sekarang yang positif masih ada 71. Jadi karena kalau sekarang sudah sembuh ada 40, mungkin besok sudah perubahan karena besok ada yang pulang sudah sembuh. Tapi untuk sekarang yang masih aktif 71," kata Ketua RW 3 Cilangkap, Rosadi, saat dihubungi, Rabu (2/6/2021).

Dari 71 orang yang masih positif COVID-19, lanjut Rosadi, 61 orang masih menjalani perawatan di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet. Kemudian 5 orang dirawat di RS Ciracas, Jakarta Timur. Satu orang sisanya menjalani isolasi mandiri.

"(Yang isolasi mandiri) karena kondisinya dia punya anak kecil, anaknya nggak bisa dibawa ke wisma," ujarnya.

Rosadi pun menerima informasi micro-lockdown di lingkungannya kembali diperpanjang hingga 14 hari. Rosadi menuturkan perpanjangan diberlakukan sejak 2 Juni 2021.

"Keterangan yang disampaikan Pak Camat mau diperpanjang. Kalau mau diperpanjang berarti semenjak hari ini karena 14 hari terakhir ini, kalau mau diperpanjang berarti mulai hari ini," tutur dia.

Sebagaimana diketahui, ratusan warga yang bermukim di RT 03 RW 03, Cilangkap, Jakarta Timur, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak Kecamatan Cipayung mengatakan puluhan warga diduga terjangkit virus Corona karena menggelar silaturahmi saat Idul Fitri 2021.

Dinkes DKI sebelumnya mencurigai klaster silaturahmi di Cilangkap ini berasal dari penularan virus COVID-19 asal India. Sebagian dari sampel tes PCR sudah dikirim ke Litbangkes untuk dilakukan tes dengan metode whole genome sequencing (WGS).

"Kemarin sudah dikirim sampelnya sebagian, hasil whole genome sequencing-nya belum ada, belum keluar. WGS untuk melihat peta virus sudah ada potensi untuk virus masuk atau dominasi tipe virus sekarang seperti apa," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktaviani saat dihubungi detikcom, Selasa (1/6).

"Karena tipe virusnya yang dicurigai kan tipe India nih, maupun tipe lain juga. Nah, itu kalau kayak India tidak mempengaruhi derajat berat-ringan, tetapi penularannya," imbuh dia.

(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT