Dinkes Curiga Klaster Silaturahmi di Cilangkap dari Penularan COVID India

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 12:03 WIB
Usai 104 warga terpapar Corona, suasana rumah di RT 03 RW 03 Cilangkap terlihat bak perkampungan mati.
Klaster silaturahmi Cilangkap (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Dinkes DKI mencurigai klaster silaturahmi di satu RT di Cilangkap, Jakarta Timur, dari penularan virus COVID-19 asal India. Sebagian dari sampel tes PCR sudah dikirim ke Litbangkes untuk dilakukan tes dengan metode whole genome sequencing (WGS).

"Kemarin sudah dikirim sampelnya sebagian, hasil whole genome sequencing (WGS)-nya belum ada, belum keluar. WGS untuk melihat peta virus sudah ada potensi untuk virus masuk atau dominasi tipe virus sekarang seperti apa. Karena tipe virusnya yang dicurigai kan tipe India nih, maupun tipe lain juga. Nah, itu kalau kayak India tidak mempengaruhi derajat berat-ringan, tetapi penularannya," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Dwi menuturkan tidak semua hasil pemeriksaan PCR diteruskan untuk diperiksa menggunakan metode WGS. Dia menyebut metode WGS hanya digunakan jika penyebaran virus dalam suatu kelompok terjadi secara cepat.

"Untuk yang dicurigai yang diteruskan WGS. Kalau orang dengan riwayat vaksinasi sudah lengkap, kemudian terjadi penularan yang cepat di kelompok yang sebelumnya nggak ada riwayat penularan, misalnya remaja anak-anak, kan kasusnya dikit, terus kalau ada kelompok tertentu pada usia remaja kok banyak, nah kayak gitu-gitu menjadi salah satu alasan untuk memilih sampel dilakukan WGS," tuturnya.

"Ya karena kelompok besar ya, besar kan karena bikin acara silaturahmi warga. Kan cukup satu orang saja yang positif dekat-dekatan sama orang lain, ngumpul, kan cukup untuk menyebarkan orang sekitarnya. Nggak cuma virus baru, yang lama juga kita dekat orang dia juga bisa menularkan ke orang," sambungnya.

Lebih lanjut Dwi mengimbau mereka yang masuk dalam kawasan klaster di satu RT di Cilangkap diminta melakukan karantina mandiri. Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil WGS.

"Kita nggak bisa menduga, ditunggu saja hasil WGS-nya. Yang penting orang yang positif (melakukan) isolasi. Untuk yang negatif dalam contact tracing harus tetap waspada dan karantina supaya benar-benar nggak ada kemungkinan dia masih dalam inkubasi," imbuhnya.

Seperti diketahui, seratusan warga yang bermukim di RT 03 RW 03, Cilangkap, Jakarta Timur, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak Kecamatan Cipayung mengatakan puluhan warga diduga terjangkit virus Corona karena menggelar silaturahmi saat Idul Fitri 2021.

Sebanyak 20 pasien COVID klaster silaturahmi di satu RT di Cilangkap, Jakarta Timur, dinyatakan sudah sembuh. Hingga kini, kasus aktif dari klaster tersebut masih sebanyak 84 orang.

"Total yang sembuh sudah hampir 20," kata Ketua RW 03 Cilangkap, Rosadi, saat dimintai konfirmasi, Senin (31/5).

(idn/idn)