Round-Up

4 Fakta Miris Anak Muda Bikin Pabrik Ganja Beromzet Ratusan Juta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 05:13 WIB
Polres Jaksel bongkar pabrik ganja sintetis di Bogor, Jawa Barat
Polres Jaksel bongkar pabrik ganja sintetis di Bogor dan Bandung Jawa Barat (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Selatan membongkar pabrik ganja sintetis di kawasan Bogor dan Bandung, Jawa Barat serta di Pandeglang, Banten. Ironisnya, pabrik ganja sintetis ini dikelola oleh anak-anak muda yang berusia 20-24 tahun.

Kasus ini terungkap setelah Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pengguna ganja sintetis berinisial KRP di Jakarta Selatan pada Rabu (19/5/2021). Dari situ, polisi melakukan pengembangan dan mengungkap pengedar hingga operator pabrik ganja sintetis.

Awalnya, polisi mengungkap pabrik ganja sintetis di Padeglang, Banten. Dari dua pelaku yang ditangkap yakni AH dan AM, polisi menyita 6 kilogram ganja sintetis siap edar.

Dari situ, polisi kemudian melakukan pengembangan dan kembali menangkap 9 tersangka yakni AH, MR, AS, J, R, RP, RA, TA, dan N. Kesembilan tersangka ditangkap pada 26-27 Mei 2021 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Rata-rata (usia pelaku) 20 tahun ke atas. Paling tua 24 tahun. Ini sudah dilakukan satu tahun lebih oleh yang bersangkutan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jl Wijaya I, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, polisi masih mengejar dua orang pelaku lainnya yakni G dan PW yang merupakan pemilik dan pengendali jaringan tersebut.

Omzet Rp 240 Juta Per Hari

Dari jaringan ini, polisi menyita barang bukti 185 kilogram ganja sintetis siap edar. Pabrik tersebut telah beroperasi selama 1 tahun dan memiliki omzet hingga ratusan juga rupiah.

"Hasil keterangan yang bersangkutan, satu hari dia bisa memproduksi sekitar 20 kilogram (kg). Kalau 20 kg kita kalikan per sepuluh gram itu Rp 800 ribu, jadi total sekitar Rp 240 juta per hari, hasil penjulannya," ujar Yusri.

Pabrik tersebut dilengkapi dengan pengaman CCTV untuk memantau situasi.

"Bahkan dia punya kode-kode tersendiri, ada CCTV khusus yang setiap jam itu dia melaporkan ke PW ini bahwa aman atau tidak. Jadi setiap jam itu dilaporkan. Rutin mereka," sambung Yusri.

Halaman selanjutnya, ganja sintetis dikemas secara unik

Selanjutnya
Halaman
1 2