Polda Metro Minta Kominfo Take Down Akun Medos Terindikasi Jual Narkoba

Rahmat Fathan - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 18:29 WIB
Polres Jaksel bongkar pabrik ganja sintetis di Bogor, Jawa Barat
Polres Jaksel membongkar pabrik tembakau sintetis di Bogor, Jawa Barat. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Selatan membongkar pabrik rumahan tembakau sintetis di Bogor dan Bandung, Jawa Barat. Jaringan pengedar ini menjual tembakau sintetis tersebut melalui media sosial.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk men-take down akun yang terindikasi jual narkoba.

"Tembakau ini bisa dijual di mana saja, tapi memang ini tembakau khusus. Akunnya pun sama, akunnya mengajarkan mereka membuat atau meracik barang ini. Kami akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk bisa men-take down dia punya akun-akun media sosial," ujar Yusri di Mapolres Metro Jakarta Selaran, Senin (31/5/2021).

Yusri menjelaskan pihaknya juga telah melakukan patroli siber dalam mengungkap peredaran narkotika di medsos. Meskipun, petunjuk awal peredaran narkotika tersebut didapat polisi dari para penjualnya.

"Tapi setelah kita lakukan pengembangan, mereka berkomunikasi lewat akun media sosial. Bahkan melatih cara meraciknya di situ. Makanya kami sudah berkomunikasi dengan Kominfo untuk men-take down akun-akun yang sangat berbahaya ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Yusri juga mengungkapkan pola rekrutmen jaringan ini. Menurut Yusri, para tersangka direkrut secara terselubung.

"Atasannya tidak pernah ketemu sama anak buahnya yang sampai ke bawah sini. Produksi juga sama, mereka punya orang tangan kanan, semuanya dengan tangan kanannya ini," kata Yusri.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap tembakau sintetis yang diproduksi melalui home industry. Total 185 kilogram ganja yang dikemas seperti snack-snack ringan turut diamankan.

Total ada 9 tersangka yang ditangkap dalam kasus ini. Jaringan ini menjual tembakau sintetis via medsos dengan sasaran anak muda.

Dalam kasus ini, para tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Lihat juga video '7 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Subang Diciduk Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)