Profil Giri Suprapdiono, Direktur KPK yang Siap Debat soal Wawasan Kebangsaan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 12:47 WIB
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi, Giri Suprapdiono
Profil Giri Suprapdiono, Direktur KPK yang tak lolos TWK (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Sosok Direktur Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono jadi sorotan usai menantang ketua KPK Firli Bahuri debat wawasan kebangsaan. Ini profil Giri Suprapdiono, Direktur KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) yang kontroversial.

Awalnya tantangan debat soal wawasan kebangsaan antara Giri dan Firli disampaikan oleh salah satu akun di Twitter bernama @NephiLaxmus pada Sabtu (29/5/2021). Tantangan tersebut lalu diteruskan mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah.

"Pak @girisuprapdiono bersedia?" tulis @febridiansyah mengutip cuitan tersebut.

"Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, Mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?" balas Giri. detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Giri ini.

"Debat bukan untuk kalah-menang, tetapi pencerahan bagi kita," tambahnya.

Diketahui Giri merupakan satu dari 51 orang pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk pengalihan status menjadi ASN . Padahal Giri merupakan salah satu pegawai sarat prestasi.

Berikut profil Giri Suprapdiono yang tidak lolos dalam TWK KPK:

Profil Pendidikan

Mengutip dari wawancara tim Blak-blakan detikcom, profil Giri Suprapdiono diketahui merupakan lulusan Sarjana Teknik Perencanaan Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1999. Ia kemudian melanjutkan studi di Institute to Social Studies-Erasmus University, Den Hag pada 2001 dan meraih gelar Master Studi Pembangunan.

Tak hanya itu, Giri juga memegang sertifikat ahli pembangunan integritas.

Karir

Seperti apa profil Giri Suprapdiono dan jejak karirnya? Diketahui sebelum bekerja di KPK, Giri menjabat Manajer National management Consultant di BAPENAS-UNFPA.

Ia sempat bekerja di Badan PBB dengan gaji besar. Namun memilih bergabung dengan KPK yang gajinya hanya 1/3 dari yang diterimanya.

"Ya karena alasan cinta bangsa dan negeri ini agar bebas dari korupsi. Mungkin terdengar retoris tapi faktanya demikian," ujar Giri kepada Tim Blak-blakan detikcom, Kamis (27/5/2021).

Sejak 2005, Giri memegang sejumlah jabatan yakni:
1. Koordinator Kerja Sama Internasional pada Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi.
2. Direktur Gratifikasi KPK
3. Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat
4. Direkrur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi dan menangani puluhan kasus korupsi antar negara.

Ia juga mengajar wawasan kebangsaan di Lemhanas, Sesko-AS, Kemhan, Sespim Polri, para pejabat eselon 1 dan para kepala daerah hingga menteri. Materi yang diajarkan antara lain soal integritas.

Tak hanya itu, profil Giri Suprapdiono juga pernah menjadi Pengusul dan Fasilitator Jakarta Principle of Anticorruption Agency (Standar Lembaga Antikorupsi Dunia) dan Ketua Tim Perbaikan Sistem Politik.

Penghargaan

Profil Giri Suprapdiono mendapatkan penghargaan, yakni dalam Public Relations Indonesia Award, kategori best aplikasi untuk E-gratifikasi 2018 dan Makarti Bhakti Nagari Award pada Desember 2020.

Ia juga merupakan lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di LAN.

Lihat Video: Blak-blakan Giri Suprapdiono, "Digelari Pahlawan, Bukan Disingkirkan"

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)