Round-Up

5 Fakta Baru Terungkap di Kasus Pembunuhan Wanita di Menteng

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 06:45 WIB

3. Detik-detik Pembunuhan

Polisi mengungkap detik-detik pembunuhan itu. Sebelum berjumpa dengan IW, AA telah mengincar 2 target sebelumnya, namun gagal terlaksana karena tak kungjung terjalin kesepakatan.

"Hasil penyelidikan pada hari sama tersangka targetkan 4 orang calon korban dari aplikasi MiChat. Tapi dua calon korban pertama tidak jadi karena tidak ada kesepakatan. Akhirnya tersangka datangi calon korban ketiga, yakni IW yang kemudian terjadi tindak pidana ini," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2021).

Dari hasil proses penyidikan diketahui, tersangka setelah berhubungan intim dirinya melakukan kekerasan terhadap korban. Tersangka mencekik korban 2 kali.

Tersangka yang panik langsung meninggalkan kamar hotel. Awalnya tersangka juga akan melakukan aksinya ke target perempuan yang keempat namun hal tersebut dibatalkan.

"Bahkan setelah melakukan tindak pidana terhadap IW, tersangka coba lanjutkan lagi ke calon korban keempat. Tapi karena tersangka panik dan ada upaya hilangkan barbuk, sehingga tersangka tidak jadi bertemu korban keempat," jelas Arsya.

4. Pengakuan Keji AA

Saat jumpa pers di Polres Jakpus, AA juga dihadirkan oleh polisi. Saat itulah AA menceritakan aksi keji yang dilakukannya itu.

AA mengaku mengenal korban IW melalui aplikasi MiChat. Kemudian dibuatlah kesepakatan membuka jasa open booking online (BO) melalui aplikasi tersebut.

AA pun berjanji membayar jasa BO sebesar Rp 500 ribu sesuai dengan kesepakatan. Namun ternyata AA tak memiliki uang dengan yang disepakati itu.

"Nggak lama korban tanyakan minta tunjukkan uangnya, saya hanya menunjukkan uangnya. Itu ditarik sebesar Rp 50 ribu, Rp 50 ribu, tapi nggak sesuai Rp 500 ribu," kata AA kepada wartawan saat konferensi pers berlangsung, Minggu (30/5/2021).

"Nah, mungkin kata dia (korban) ada Rp 500 ribu. Nah, setelah itu saya gagahi lagi, abis itu saya main dan setelahnya saya kepikiran kalau saya mau ambil barang pasti akan terjadi keributan," lanjutnya.

Kemudian, AA langsung mencekik leher korban hingga tewas. AA mengaku baru sekali melakukan pembunuhan. Dia menyesal telah membunuh korban.

"Lalu setelah itu saya kepikiran langsung membunuhnya supaya tidak ketahuan apa rencana saya," ujar AA sambil menundukkan kepalanya.

5. AA Seorang Sekuriti, Sangat Aware Menghindari CCTV

Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto menyebut profesi AA, sebagai sekuriti. Karena profesinya itu, AA disebut telah mengetahui penempatan CCTV di hotel itu sehingga dengan mudah menghindari kamera pengintai itu.

"Saudara AA ini profesinya adalah sekuriti, sehingga sewaktu masuk hotel ataupun meninggalkan hotel dia sangat aware dengan CCTV. Jadi dia sudah tau titik-titik CCTV dan menghindarinya seperti apa," kata Setyo.


(lir/lir)