Heboh Peleton Road Bike Jalur Kanan, Bagaimana Aturan Bersepeda di DKI?

ADVERTISEMENT

Heboh Peleton Road Bike Jalur Kanan, Bagaimana Aturan Bersepeda di DKI?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 15:30 WIB
Pesepeda melintas di luar jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta, Minggu (14/3/2021). Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo pihaknya akan memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp100.000 bagi pelanggar lalu lintas khusus kendaraan tidak bermotor dan ancaman sanksi lain berupa kurungan paling lama 15 hari kepada pesepeda yang melanggar jalur sepeda di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Pesepeda di DKI Jakarta (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Respons Wagub DKI

Aksi pesepeda gowes di jalur kanan jalan sampai ke telinga Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta para pesepeda tersebut menggunakan jalur sepeda yang telah disediakan.

"Ya tentu kami meminta pada teman-teman ya apa namanya ya, penggemar sepeda road bike kita gunakan ya jalan sesuai dengan peruntukannya. Bukan tidak boleh menggunakan jalan, tapi diatur ya peruntukannya, kapan, daerah mana, jalur mana," ujar Riza kepada wartawan di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (28/5/2021).

Dikhawatirkan bila para pesepeda road bike masuk ke jalur umum, hal itu akan mengakibatkan kecelakaan fatal. Riza mengingatkan agar seluruh pengedara saling menghargai di jalan.

"Kalau sepeda masuk di jalur umum seperti itu akan sangat berbahaya. Untuk itu, kami minta ke depan mari kita saling jaga, saling menghormati satu sama lain supaya di Jakarta ini bisa lebih baik, lebih aman, dan semuanya kita tata untuk kepentingan," ungkapnya.

Pesepeda Harus di Jalur Kiri

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan pesepeda wajib berada di jalur kiri jalan kendaraan. Syafrin mengatakan aturan itu tertuang dengan peraturan perundang-undangan tentang prioritas pengguna jalan.

"Sebagaimana saya sampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang 22/2009, ada namanya prioritas pengguna jalan, tentu bagi para pesepeda yang kecepatannya berada di bawah dari kendaraan bermotor, itu wajib menggunakan jalur paling kiri," kata Syafrin kepada wartawan di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (30/5/2021).

Syafrin menerangkan, pesepeda ini sejatinya harus berada di jalur lalu lintas sebelah kiri berbarengan dengan kendaraan motor. Dia berharap para pesepeda dapat mematuhinya agar jalur lalu lintas campuran untuk kendaraan dan pesepeda tetap terjaga aman.

"Oleh sebab itu para pesepeda yang berada di jalur lalu lintas bersama-sama dengan kendaraan motor lainnya, tentu wajib mengambil jalur paling kiri, sehingga aspek keselamatan dan keamanan pada saat berada di ruang jalan di sana ada mix traffic itu bisa terpenuhi," tuturnya.


(rdp/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT