Komisi V Soroti Prosedur Pelayaran KM Karya Indah yang Terbakar

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 05:41 WIB
Jakarta -

Kapal Motor (KM) Karya Indah mengalami kebakaran di tengah lautan Maluku Utara (Malut). Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie menyoroti soal prosedur pelayaran di kapal tersebut.

"Saya belum dapat laporan. Apakah penumpang melebihi kapasitas, atau prosedur pelayaran dilarang atau telah sesuai prosedur. Mesin dalam kondisi baik atau tidak, atau memang kesalahan dari manusianya. Artinya apakah ada kelalaian?" ujar Syarif, saat dihubungi Sabtu (29/5/2021).

"Atau (ada) memuat bahan yang memicu kebakaran. Kalau ada kejadian-kejadian itu, saya minta pihak regulasi, Kementerian Perhubungan memberikan sanksi," ujarnya.

Syarif akan mencari tahu penyebab kapal tersebut terbakar. "Ini akan kita dengarkan, dan akan investigasi apa penyebab kebakaran," katanya.

Dia meminta Kementerian Perhubungan atau Kemenhub untuk mengaudit kelaiakan kapal. Bukan hanya KM Karya Indah, tapi juga kapal lainnya.

"Yang sering terjadi itu kan over kapasitas, antara manifestasi dengan jumlah penumpang berbeda. Ini ada permainan. Kapal ada beberapa yang memang tidak laik. Untuk itu, kita ingin teman-teman perhubungan audit semua armada itu. Apalagi musim-musim bulan angin dan ombak," katanya.

Diketahui, KM Karya Indah mengalami kebakaran di tengah lautan Malut pada Sabtu (29/5). Kapal tersebut kini telah dievakuasi ke pulau terdekat.

Sebanyak 181 penumpang dan 14 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Karya Indah telah dievakuasi. Kepala KSOP Kelas II Ternate Affan Tabona menyatakan seluruh penumpang kapal selamat.

"Saat ini proses evakuasi terhadap 14 ABK dan 181 penumpang kapal telah selesai dilakukan dan seluruhnya dalam kondisi selamat," kata Affan lewat keterangan tertulis, Sabtu (29/5).

Affan menyampaikan KM Karya Indah tiba-tiba mengalami kebakaran dalam perjalanan dari Pelabuhan Ternate menuju Pelabuhan Sanana. Pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran dan masih berfokus melakukan proses evakuasi.

"Belum diketahui penyebab terbakarnya kapal tersebut. Kami berfokus terhadap proses evakuasi para penumpang dan awak kapal," ungkapnya.

(aik/rfs)