detikcom Do Your Magic

Minta Maaf, Palyja Janji Benahi Dampak Pemasangan Penutup Got di Tambora

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 16:25 WIB
Got dengan tutup U-Ditch yang menghalangi pintur rumah warga Tambora Jakbar bernama Agung Rahadian. 24 Mei 2021. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Got dengan tutup u-ditch yang menghalangi pintur rumah warga Tambora Jakbar bernama Agung Rahadian. Foto diambil pada 24 Mei 2021. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Seorang warga Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), mengeluh lantaran air rumahnya tidak keluar dengan normal setelah ada pemasangan tutup got u-ditch. PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) meminta maaf atas gangguan tersebut.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi atas terganggunya suplai air bersih di lokasi pelanggan," kata Corporate Communications and Social Responsibility Division Head PT Palyja, Lydia Astriningworo, dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Pihak Palyja juga sudah mendatangi lokasi pelanggan tersebut di RT10/RW09, Jembatan Besi, Tambora, Jakbar. Palyja menemukan ada empat titik sambungan rumah yang terdampak atas pemasangan penutup got tersebut.

"Pada tanggal 28 Mei 2021, kami melakukan pengecekan secara acak/random di 2 (dua) lokasi persil pelanggan yang berada di area tersebut. Hasilnya menunjukkan terdapat 4 titik sambungan rumah yang terdampak pekerjaan pemasangan penutup saluran air (u-ditch) yang dilakukan oleh pihak ketiga," terangnya.

Dia mengatakan hari ini Palyja memperbaiki pipa jaringan air di lokasi tersebut. Palyja menyatakan akan berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terus melakukan perbaikan.

"Sebagai tindak lanjut, Palyja akan melakukan rehabilitasi pipa jaringan di 4 titik tersebut pada hari Sabtu, 29 Mei 2021. Diharapkan setelah pekerjaan tersebut selesai, kondisi suplai air di area RT10/RW09, Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat dapat mengalir normal," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi dan keluhan terkait pelayanan Palyja dapat disampaikan melalui call center (021) 2997-9999 yang beroperasi 24 jam, 7 hari dalam seminggu, atau melalui e-mail palyja.care@palyja.co.id dan layanan SMS 0816725952, dengan menyebutkan nomor identitas pelanggan/NOREK dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Pompa air di rumah warga di rumah warga bernama Sasiati, di Jembatan Besi, Tambora, Jakbar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)Pompa air di rumah warga di rumah warga bernama Sasiati, di Jembatan Besi, Tambora, Jakbar. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, Sasiati komplain pintu rumahnya terhalang tutup got. Ternyata, warga Tambora lainnya juga mengeluh air rumahnya tidak keluar dengan normal setelah adanya pemasangan tutup u-ditch ini.

"Nggak keluar (air di rumah saya) sama sekali, sama sekali nggak keluar. Terus (pompa) pindah tempat, dipasang lagi, baru keluar," ujar warga RT 9/10 Jembatan Besi, Tambora, Jakbar, Sasiati, saat ditemui di rumahnya di gang ACD Jl Jembatan Besi XII, Jakbar, Kamis (27/5).

Sasiati menjelaskan dia memakai air Palyja. Saat u-ditch terpasang di kawasan padat penduduk ini, sekitar April lalu, air di rumahnya tidak keluar selama dua pekan.

Pekerja proyek pemasangan u-ditch dikatakannya tidak bertanggung jawab karena air di rumahnya tidak keluar. Sasiati berinisiatif memperbaiki sendiri air di rumahnya dengan membayar Rp 600 ribu. Namun meski sudah diperbaiki, lanjutnya, air di rumahnya belum keluar dengan normal.

Kini, kondisi sudah lebih baik meski tidak ideal. Air sudah bisa keluar lagi dari salurannya namun hanya pada tengah malam-dini hari pukul 02.00 WIB. Siang hari, air tidak keluar. Sasiati dan suaminya mengaku harus begadang dan bangun di tengah malam untuk menyetok air. Dia pun ingin agar air di rumahnya kembali normal.

Warga lainnya, Eva juga mengaku air di rumahnya sempat mati. Namun, sambungnya, air di rumahnya kembali normal usai diperbaiki sendiri.

(jbr/bar)