Kronologi Konvoi Moge Terobos Busway di Jakpus hingga Disemprit Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 15:50 WIB
Jakarta -

Polisi menindak konvoi pengendara motor gede (moge) yang menerobos busway di Cideng, Jakarta Pusat. Dari delapan pengendara moge tersebut, empat di antaranya kabur.

Aksi melawan hukum para pengendara moge ini awalnya kepergok anggota Satlantas Jakarta Pusat yang tengah berpatroli di Jl Hasyim Ashari, Cideng, Jakpus, siang tadi. Petugas kemudian menyetop rombongan moge yang mengaspal di jalur bus TransJakarta itu.

"Jadi dia (konvoi moge) masuk jalur busway. Anggota saya ada di situ, terus disetop, langsung ditilang-tilangin," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardji saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/5/2021).

Lilik mengatakan saat itu ada delapan pengendara moge yang masuk jalur TransJakarta tersebut.

Sebagian Kabur

Menurut Lilik, pihaknya berhasil menindak empat pengendara moge. Namun empat pengendara moge lainnya kabur melalui trotoar.

"Jadi ada delapan motor, yang dapat empat. Nah, yang empat lainnya kabur lewat trotoar. Itu dari Grogol mau ke arah Gajah Mada lewat Hasyim Ashari," ujar Lilik.

Polisi sempat berupaya mengejar empat pengendara moge yang kabur. Namun pengejaran itu berakhir percuma karena pengendara tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.

Lilik hanya memastikan tidak ada anggotanya yang tertabrak saat mencoba mencegat empat pengendara moge yang kabur tersebut.

"Nggak ditabrak. Kan mau kabur, anggota saya cegat. Anggota saya coba ngejar, tapi dia kecepatan tinggi. Daripada ketabrak, anggota, kan kita menyelamatkan keselamatan diri. Jadi empat kabur, empat ditilang," ujar Lilik.

Ditilang Langgar Rambu

Terkait empat pengendara moge yang ditindak, Lilik menyebut tidak ada kendaraan yang disita. Surat-surat pengendara diketahui lengkap dan sesuai aturan hukum.

"Kebetulan lengkap surat-suratnya ada SIM, STNK-nya. Cuma kena pasal soal rambu-rambu ya, 287 UU LLAJ," tuturnya.

Pasal 287 ayat (1) berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)."

(ygs/mei)