Round-Up

Permintaan Maaf Menkes soal Nilai E Penanganan Corona Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 06:34 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin meminta maaf kepada seluruh tenaga kesehatan dan petugas yang menangani Corona (COVID-19) di DKI Jakarta terkait nilai 'E' atau paling buruk yang diberikan Kemenkes kepada DKI dalam penanganan Corona. Budi meluruskan penilaian itu.

Budi menyampaikan permintaan maaf dalam konferensi pers khusus mengklarifikasi penilaian ini. Konferensi pers disiarkan YouTube Kemenkes RI bertajuk 'Keterangan Pers Menteri Kesehatan tentang Klarifikasi Kategorisasi dalam Penilaian Situasi Provinsi', Jumat (28/5/2021).

"Saya menyampaikan permohonan maaf dari saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan atas kesimpangsiuran berita yang tidak seharusnya terjadi," tutur Budi.

Budi mengklarifikasi perihal penilaian penanganan pandemi virus Corona yang awalnya disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat rapat dengan Komisi IX DPR RI terkait nilai 'E' itu bukanlah penilaian kinerja penanganan COVID-19 di daerah. Dia tegas membantah itu.

"Saya tegaskan, bukan, sekali lagi bukan penilaian kinerja dari daerah baik provinsi, kabupaten, atau kota," kata Budi.

"Itu merupakan indikator risiko yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan secara internal untuk melihat laju penularan pandemi dan bagaimana kita harus merespons, serta kesiapan kapasitas responsnya masing-masing daerah baik itu provinsi, kabupaten, dan kota," imbuhnya.

Dia mengungkapkan indikator risiko itu dibuat berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbaru. Budi mengatakan indikator risiko itu digunakan sebagai analisis internal dalam persiapan menghadapi lonjakan kasus sesudah libur Lebaran 2021.

"Sehingga kita bisa melihat intervensi atau bantuan-bantuan apa yang sudah kita lakukan dan even kita sendiri juga masih mendalami apakah ada faktor-faktor lain yang perlu kita lihat berdasarkan pengalaman sebelumnya, untuk bisa memperbaiki respons atau intervensi, kebijakan, ataupun program yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pandemi ini," kata Budi.

Menkes Puji Penanganan Corona di DKI

Selain meminta maaf, Budi juga memuji penanganan Corona di DKI. Budi mengapresiasi DKI melakukan testing paling tinggi dibanding daerah lainnya.

"Saya melihat banyak sekali hal-hal yang dilakukan dengan baik, DKI adalah daerah yang testing-nya paling tinggi," ujar Budi dalam siaran langsung di akun YouTube Kementerian Kesehatan, Jumat (28/5).

Menurutnya, ada sejumlah indikator dalam memutus mata rantai virus Corona. Salah satunya melakukan testing.

"Testing sangat menentukan, kalau banyak bilang vaksinasi satu-satunya saya kira tidak, untuk antisipasi pandemi ini untuk menerapkan protokol kesehatan, testing, tracing, treatment harus baik, kesiapan rumah dan strategi perawatannya, perawatannya harus baik dan vaksinasi. Keempat ini harus berjalan berbarengan, vaksinasi tidak menyelesaikan pandemi. Urusan testing saya lihat dari seluruh provinisi, DKI yang paling banyak," katanya.

Selanjutnya, Budi mengatakan ada tiga provinsi yang paling banyak melakukan vaksinasi terhadap lansia. Salah provinsi itu yakni DKI Jakarta.

"Kemudian saya beri contoh vaksinasi, tiga provinsi paling cepat vaksinasi adalah DKI, Bali, dan Jogja, saya terima kasih ke teman-teman kesehatan DKI, aparat Pemprov DKI dan memang lansianya memang paling tinggi di DKI,lebih dari 60 persen sekarang sudah disuntikkan, berkali-kali saya sampaikan lansia kelompok paling rentan, kalau kena (virus Corona) masuk rumah sakit dan wafat paling besar," katanya.

"Sehingga fokus lansia nanti pasca lebaran ketika semua orang lebaran pengen ketemu lansia insyaAllah para lansia kita kalau terkena nggak usah masuk rumah sakit, kalau toh masuk rumah sakit lebih cepat sembuhnya. Sekarang mungkin 65 persen atau lebih yang sudah divaksinasi," ucapnya.

Budi kemudian mengapresiasi penanganan COVID-19 baik ditingkat puskesmas maupun rumah sakit umum daerah (RSUD). Budi juga memuji fasilitas yang ada di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Saya melihat bahwa banyak keunggulan yang sudah dilakukan oleh teman-teman DKI, jadi apresiasi saya terhadap seluruh aparat pemerintahan yang ada di DKI, seluruh tenaga kesehatan yang ada di DKI mulai dari ibu Kepala Dinas, pimpinan rumah sakit daerah dan pegawainya, dokter, susternya, puskesmas, saya datang di beberapa puskesmas di Indonesia, dua diantaranya di DKI, Setiabudi dan Kramat Jati, saya lihat bagaimana mereka bekerja dengan sangat keras," ujarnya.

"Mereka mengejar-ngejar lansia itu supaya bisa disuntikkan, saya juga datang ke RSUD Pasar Minggu, saya kaget juga RSUD bagus sekali, gedungnya baik dan gimana mereka mengatur dengan segala keterbatasan jumlah tenaga dokter dengan mengatur ruang isolasi untuk menampung lonjakan pasien-pasien yang masuk itu saya apresiasi," katanya.

Lebih lanjut, Budi kemudian memuji tenaga kesehatan dan seluruh petugas di DKI Jakarta yang telah bekerja selama pandemi Corona. Dia mengatakan kinerja dari para petugas di DKI Jakarta adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Bahwa indikator risiko ini tidak harusnya menjadi penilaian kinerja di salah satu provinsi yang sebenarnya adalah satu provinsi yang terbaik dan tenaga kesehatannya juga sudah melakukan hal-hal yang paling baik selama ini," imbuhnya.

Selanjutnya Respons Anies terkait permintaan maaf Menkes >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2