Round-Up

Saat Nyali Pimpinan KPK Disorot di Balik Markas Dijaga Ketat Aparat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 05:26 WIB
Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dijaga ketat oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Di lokasi juga terpantau kendaraan lapis baja barracuda dan kawat berduri disiagakan di lokasi.
Gedung Merah Putih KPK dijaga ketat TNI-Polri (Foto: Ari Saputra)

Dari 75 orang yang dinonaktifkan itu, ada nama penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, dan sejumlah pejabat struktural, seperti Sujanarko dan Giri Suprapdiono. Keputusan terbaru usai pertemuan KPK, BKN dan KemenPAN-RB dinyatakan sebanyak 51 dari 75 pegawai KPK itu tidak bisa 'diselamatkan'.

Kembali ke penjagaan ketat KPK, para pimpinan KPK saat ini disorot oleh pendahulunya. Adalah Bambang Widjojanto alias BW menilai nyali Firli Bahuri cs 'ciut' karena kebijakannya 'singkirkan' Novel Baswedan dkk banyak diprotes masyarakat.

"Begitu takutkah pimpinan KPK pada unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil?. Padahal, masyarakat sipillah yang selama ini menjaga dan membesarkan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," kata BW kepada wartawan, Jumat (28/5).

Dia mempertanyakan nyali pimpinan KPK tak lagi menyala seiring publik yang sudah tak percaya kepada pimpinan KPK. Oleh karena itu, upaya menjaga ketat KPK dilakukan untuk melindungi diri.

"Bungker dan tameng melalui penjagaan aparat keamanan yang berlebihan justru kian memperlihatkan kualitas nyala nyalimu serta hal itu tak akan pernah bisa melindungi diri dari kehancuran legitimasi," ucapnya.

BW menilai yang menegakkan marwah dan kehormatan KPK adalah roh integritas dan profesionalitas tanpa batas. Maka, BW meminta pimpinan KPK tidak lari dari polemik TWK KPK.

"Tunjukkan kan kelas kepimpinanmu. Publik mempertanyakan upaya pemberantasan, apakah sikap sok kuasa, angkuh, politicking dan dugaan terus-menerus meninggikan kedunguan akal sehat bisa memberantas korupsi?," ujarnya.


(fas/isa)