Gedung KPK Dijaga Ketat Aparat, BW 'Sentil' Kualitas Nyali Pimpinan KPK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 15:37 WIB
Bambang Widjojanto
Bambang Widjojanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto menyoroti nyali para pimpinan KPK kini di tengah polemik Novel Baswedan dkk 'disingkirkan' karena gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Sebab, sejak pagi tadi, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dijaga ketat aparat.

"Begitu takutkah pimpinan KPK pada unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil?. Padahal, masyarakat sipillah yang selama ini menjaga dan membesarkan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," kata BW, sapaan akrab Bambang Widjojanto, kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).

Dia mempertanyakan nyali pimpinan KPK tak menyala lagi seiring publik yang tak percaya lagi kepada pimpinan KPK saat ini. Oleh karena itu, upaya menjaga ketat KPK dilakukan untuk melindungi diri.

"Bungker dan tameng melalui penjagaan aparat keamanan yang berlebihan justru kian memperlihatkan kualitas nyala nyalimu serta hal itu tak akan pernah bisa melindungi diri dari kehancuran legitimasi," ucapnya.

BW menilai yang menegakkan marwah dan kehormatan KPK adalah roh integritas dan profesionalitas tanpa batas. Maka, BW meminta pimpinan KPK tidak lari dari polemik TWK KPK.

"Tunjukkan kan kelas kepimpinanmu. Publik mempertanyakan upaya pemberantasan, apakah sikap sok kuasa, angkuh, politicking dan sugaan terus-menerus meninggikan kedunguan akal sehat bisa memberantas korupsi?," ujarnya

Seperti diketahui, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dijaga ketat oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Di lokasi juga terpantau kendaraan lapis baja Barracuda dan kawat berduri disiagakan di lokasi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan penjagaan ketat di KPK dalam rangka penjagaan keamanan objek vital, di antaranya gedung KPK. Menurut Ali, di KPK akan ada unjuk rasa.

"Kabar dari pihak Polres benar akan ada unjuk rasa di depan gedung KPK. Ada juga dibantu pihak TNI karena pihak Polres memerlukan tambahan personel," kata Ali kepada wartawan.

"Namun demikian, penjagaan ini dipastikan akan dilakukan dengan upaya persuasif kepada pihak-pihak jika terjadi potensi gangguan keamanan," tambahnya.

Simak juga 'TWK KPK Muncul Untuk Meredam Kasus Besar?':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dhn)