Waspada! Kasus Corona Bisa Meningkat 50% 6-7 Pekan Pasca-Lebaran

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 11:06 WIB
Jakarta -

Komisi IX DPR RI melakukan rapat dengar pendapat bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BNPB terkait lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Idul Fitri 1442 H (Lebaran 2021). Kemenkes memperkirakan lonjakan kasus Corona (COVID-19) akan mencapai puncaknya pada pertengahan Juni 2021.

Rapat dengar pendapat ini dilaksanakan di ruang rapat Komisi IX DPR RI, Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/5/2021), sekitar pukul 10.00 WIB. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh dan dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, Kepala BNPB baru Ganip Warsito, juru bicara Pengendalian Corona Wiku Adisasmito, dan jajaran.

Pemaparan awalnya disampaikan oleh Wamenkes Dante terkait kondisi terkini COVID-19 pascalibur Lebaran. Dia menyebut ada peningkatan seminggu belakangan ini terkait konfirmasi positif Corona sebesar 38 persen.

"Berdasarkan hasil evaluasi 7 day moving average meningkat pada beberapa saat belakangan ini, meningkat 38,08 persen, kematian juga meningkat 2,78 persen saat ini, ini masih di bawah standar WHO yang 2,05 persen," kata Dante saat pemaparan di depan Komisi IX DPR RI.

"Kemudian spesimen yang diperiksa moving sudah mulai kelihatan juga, tapi spesimen meningkat 89,98 persen serta rawat inap di RS menunjukkan penurunan sampai saat ini minus 0,72 persen," sambung Dante.

Dante menyebut, meskipun sudah mengalami peningkatan, kasus Corona belum mencapai puncaknya. Dia memprediksi COVID-19 akan meningkat mulai minggu ini dan mencapai puncak pada 6-7 minggu pasca-Lebaran.

"Kita melihat bahwa kasus, puncak kasus akan teramati 6-7 minggu setelah puncak mobilitas penduduk, ini dari hasil evaluasi analisis data yang kita kumpulkan berdasarkan pengalaman ketika liburan 1 Muharam, ketika liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru), dan ketika liburan lainnya," ucap Dante.

"Dengan begitu, kita lihat pola ini akan berulang, dan peningkatan kasus itu kalau kita lihat polanya akan teramati minggu ini, mulai naik minggu ini 23-28 Mei, dan 6-7 minggu itu ketika akan sampai puncak pada pertengahan Juni," lanjut dia.

Simak berita selengkapnya di halaman sebelumnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2