Bupati Kebumen Terapkan Jalan Satu Arah, Pengusaha Tak Keberatan

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 18:40 WIB
Pemkab Kebumen
Foto: dok. Pemkab Kebumen
Kebumen -

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menerima audensi dengan Komunitas Tionghoa Kabupaten Kebumen terkait kebijakan jalan satu arah. Meski bidang bisnisnya terletak di jalur satu arah, namun mereka tetap mendukung kebijakan itu.

Audiensi digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, pada Selasa (25/5) malam. Pertemuan itu dijadikan sarana untuk bertukar pikiran mengenai berbagai kebijakan bupati, salah satunya mengenai kebijakan penerapan jalan satu arah di Kota Kebumen yang melingkupi Jalan Pahlawan, Jalan Mayjen Soetoyo dan sekitarnya yang mungkin belum menjadi hal biasa bagi masyarakat Kebumen.

Arif mengatakan, para anggota komunitas Tionghoa ini adalah para pengusaha yang bidang bisnisnya berada di jalan yang masuk dalam sistem satu arah. Dari penjelasan yang sudah disampaikan Bupati, mereka semua tetap mendukung kebijakan itu.

"Alhamdulillah setelah kita tadi berdiskusi memberikan penjelasan yang gamblang tentang perubahan sistem ini. Mereka menerima dan memberikan support kepada kami. Mereka juga ingin Kebumen bisa menjadi kota yang bersih, tertata rapih, dan modern," kata Arif Sugiyanto.

Setiap kebijakan yang dibuat, Arif melanjutkan, pastinya akan menerima masukan dan kritikan dari semua pihak. Namun jika ada yang tidak setuju, Arif meminta kritikan atau masukan itu dibarengi dengan solusi yang ditawarkan.

"Pada prinsipnya masyarakat sangat terbuka. Kita tidak alergi kritik. Silakan bagi yang tidak puas, sampaikan kritik, tapi saya minta kritik itu dibarengi dengan solusi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bobin Subiyanto juga menegaskan, pihaknya mendukung penuh kebijakan penerapan jalan satu arah ini. Ia pun berharap, bupati juga ikut memperhatikan jalan-jalan lain.

"Terutama jalan-jalan menuju daerah pariwisata, kita berharap itu bisa diperlebar dan diperbaiki. Karena kita semua ingin pariwisata di Kebumen maju, dan dikenal secara nasional. Jalan atau infrastruktur menjadi syarat utama," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemudaan PSMTI, Santoso Budiawan menambahkan, pihaknya juga menerima dan mendukung kebijakan bupati. Namun sebagai masyarakat, ia mengakui kebijakan tersebut memang butuh penyesuaian.

"Untuk menuju kota yang modern memang harus berani begitu, bupatinya tegas dan berani. Meskipun diawal kita sangat terasa perubahannya, apalagi kami sebagai pelaku usaha. Tapi saya yakin semua masyarakat akan menerima itu, hanya butuh penyesuaian. Saya yakin semua akan baik-baik saja," ucapnya.

(prf/ega)