Andre Rosiade Minta Tak Ada Pembatasan Kuota GeNose di Bandara

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 12:40 WIB
Andre Rosiade
Foto: Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Ankasa Pura I dan II serta Menteri BUMN terkait pembatasan kuota GeNose C19 sebagai alat tes COVID-19 di bandara. Ia meminta agar tak ada pembatasan kuota.

"Saya meminta Dirut PT Biofarma bicara dengan Dirut Angkasa Pura I dan II serta Menteri BUMN untuk segera seluruh bandara itu dipasang GeNose dan tidak usah ada kuota-kuota, " kata Andre dalam keterangan tertulis, Rabu (26/5/2021).

Hal itu disampaikan Andre dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan PT Biofarma, PT Kimiafarma, dan PT Indofarma di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Pernyataan Andre tersebut menyusul kabar yang beredar terkait pembatasan kuota penggunaan GeNose sebagai alat tes COVID-19 di Bandara Lampung. Sementara di saat bersamaan, penggunaan metode tes lainnya diprioritaskan.

"Saya ingin memastikan bahwa penerbangan itu bisa berjalan secara murah bagi masyarakat. Sebab swab antigen itu masih terlalu mahal karena harganya Rp 100 ribu lebih," ujarnya.

"Kita tahu ada GeNose yang sekarang dioperasikan oleh Biofarma Grup melalui Pharma Lab, tapi saya juga dengar pihak Angkasa Pura masih membatasi kuota. Misalnya di Bandara Lampung hanya 180 penumpang yang boleh pakai GeNose," kata Andre.

Andre berpendapat penyelamatan industri penerbangan perlu dilakukan. Penggunaan GeNose yang tidak dibatasi kuota diyakini dapat menstimulasi peningkatan aktivitas bepergian masyarakat menggunakan pesawat udara.

"Kalau kuota GeNose ini tidak dibatasi, penumpang akan mudah. Pesawat Garuda dan Citylink akan penuh penumpang. Sebab kompetitor mereka sudah mulai menggratiskan biaya swab antigen sebagai syarat perjalanan. Ini menjadi concern kita sebagai Komisi VI yang membidangi BUMN," imbuh dia.

Lebih lanjut Ketua DPD Gerindra Sumbar ini menilai penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan udara akan berdampak positif bagi industri penerbangan Indonesia. Masyarakat juga akan diuntungkan karena harga tes COVID-19 dengan GeNose jauh lebih murah dibandingkan metode tes lainnya.

"Saya ingin memastikan bahwa penerbangan bisa murah untuk masyarakat. Dengan begitu saya yakin industri penerbangan kita pulih dan sektor pariwisata bisa bangkit paska pandemi," kata Andre.

(ncm/ega)